<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>FPPG (Forum Petani Peduli Gizi) &#187; adminfppg</title>
	<atom:link href="http://giziuntukmasadepan.org/author/giziunt/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://giziuntukmasadepan.org</link>
	<description>FPPG (Forum Petani Peduli Gizi)</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jul 2018 04:13:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.8.41</generator>
	<item>
		<title>Presiden World Bank Ajak Dunia Tiru Indonesia Atasi Gizi Buruk</title>
		<link>http://giziuntukmasadepan.org/berita/presiden-world-bank-ajak-dunia-tiru-indonesia-atasi-gizi-buruk</link>
		<comments>http://giziuntukmasadepan.org/berita/presiden-world-bank-ajak-dunia-tiru-indonesia-atasi-gizi-buruk#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jul 2018 04:11:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[adminfppg]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://giziuntukmasadepan.org/?p=1082</guid>
		<description><![CDATA[Presiden Bank Dunia, Jim Yong Kim mengajak dunia belajar dari Indonesia dalam menangani stunting. Menurut Kim, sapaan Jim Yong Kim, Indonesia punya pendekatan multi sektor untuk mengatasi masalah kurang gizi ini. "Saya ingin mengajak dunia untuk belajar dari Indonesia terkait hal ini (stunting). Karena Indonesia akan menunjukkan kepada dunia dengan kepemimpinan dan keinginan politik yang [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Presiden Bank Dunia, Jim Yong Kim mengajak dunia belajar dari Indonesia dalam menangani stunting. Menurut Kim, sapaan Jim Yong Kim, Indonesia punya pendekatan multi sektor untuk mengatasi masalah kurang gizi ini.</p>
<p>"Saya ingin mengajak dunia untuk belajar dari Indonesia terkait hal ini (stunting). Karena Indonesia akan menunjukkan kepada dunia dengan kepemimpinan dan keinginan politik yang kuat dengan pemanfaatan teknologi," kata Kim usai blusukan di SDN 01 Desa Tangkil, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/7/2018).</p>
<p>Kim menyebut, Jokowi memiliki komitmen kuat untuk menangani stunting. Terbukti saat melakukan pertemuan dengannya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jokowi menyampaikan akan melibatkan sejumlah elemen bangsa untuk menekan stunting.</p>
<p>Elemen yang dimaksud yakni teknologi, sektor swasta, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, hingga masyarakat sipil.</p>
<p>"Presiden Jokowi mengajak kita untuk beranjak dari seluruh metode-metode lama dan menggunakan pendekatan baru," ujar dia.</p>
<p>Pria kelahiran Seoul, Korea Selatan, 8 Desember 1959 ini menuturkan stunting kini terjadi di negara-negara berkembang di dunia. Kim menilai persoalan ini sangat serius sehinggga dibutuhkan penanganan yang komprehensif.</p>
<p>"Bila anak anak ini tidak diobati sedini mungkin maka mereka di kemudian hari tidak akan dapat mengoptimalkan potensi yang mereka miliki dan berkontribusi bagi pembangunan negara ini," ucap Kim.</p>
<p><strong>Kendala</strong></p>
<div data-component-name="desktop:read-page:article-content-body:section:text">
<p>Ia mengatakan, berdasarkan penelusuran Bank Dunia selama ini, kendalanya mengatasi stunting adalah rendahnya komitmen dan dukungan politik dari pemimpin negara.</p>
<p>Padahal, mengatasi masalah stunting sedini mungkin adalah kunci dalam menjaga pertumbuhan ekonomi suatu negara di masa depan.</p>
<p>"Dan Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Jokowi menjadi salah satu negara berkembang terbesar yang menunjukan komitmen (untuk menangani stunting) tersebut," kata dia mengakhiri.</p>
<p><em>sumber : <a title="link" href="https://www.liputan6.com/news/read/3578449/presiden-world-bank-ajak-dunia-tiru-indonesia-atasi-gizi-buruk">https://www.liputan6.com/news/read/3578449/presiden-world-bank-ajak-dunia-tiru-indonesia-atasi-gizi-buruk</a></em></p>
<p>&nbsp;</p>
</div>
 ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giziuntukmasadepan.org/berita/presiden-world-bank-ajak-dunia-tiru-indonesia-atasi-gizi-buruk/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Animasi Lestari</title>
		<link>http://giziuntukmasadepan.org/video/animasi-lestari</link>
		<comments>http://giziuntukmasadepan.org/video/animasi-lestari#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Sep 2016 05:18:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[adminfppg]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://giziuntukmasadepan.org/?p=1054</guid>
		<description><![CDATA[Kondisi perkebunan teh rakyat di Indonesia masih jauh dari ideal karena sebagian besar tidak dikelola dengan baik. Realitas ini berdampak langsung pada kesejahteraan petani teh di Indonesia. Petani hanya mampu menjual daun teh basah dengan harga murah. Serifikasi Lestari muncul sebagai solusi untuk memperbaiki pengelolaan kebun teh hingga produksi teh serta mengangkat derajat petani teh. [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kondisi perkebunan teh rakyat di Indonesia masih jauh dari ideal karena sebagian besar tidak dikelola dengan baik. Realitas ini berdampak langsung pada kesejahteraan petani teh di Indonesia. Petani hanya mampu menjual daun teh basah dengan harga murah. Serifikasi Lestari muncul sebagai solusi untuk memperbaiki pengelolaan kebun teh hingga produksi teh serta mengangkat derajat petani teh. Dengan pengelolaan kebun yang baik maka kualitas teh akan meningkat sehingga petani teh dapat meningkatkan kesejahteraanya sembari menjaga kelestarian kebun teh.</p>
<p style="text-align: justify;">
 ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giziuntukmasadepan.org/video/animasi-lestari/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>FPPG Majalengka Menanam Sayur Organik</title>
		<link>http://giziuntukmasadepan.org/majalengka/fppg-majalengka-menanam-sayur-organik</link>
		<comments>http://giziuntukmasadepan.org/majalengka/fppg-majalengka-menanam-sayur-organik#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2016 03:59:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[adminfppg]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Majalengka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://giziuntukmasadepan.org/?p=557</guid>
		<description><![CDATA[Penanaman sayur di Indonesia masih di bawah standar negara-negara yang beriklim sedang, padahal kondisi alam di Indonesia sangat mendukung bagi berbagai produksi jenis sayuran baik sayuran komersial maupun tradisional. Menanam sayur merupakan salah satu faktor penting karena sayuran merupakan salah satu kebutuhan yang terus berkelanjutan yang tak bisa terlepas dari kebutuhan pokok manusia. Majalengka sangat [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Penanaman sayur di Indonesia masih di bawah standar negara-negara yang beriklim sedang, padahal kondisi alam di Indonesia sangat mendukung bagi berbagai produksi jenis sayuran baik sayuran komersial maupun tradisional. Menanam sayur merupakan salah satu faktor penting karena sayuran merupakan salah satu kebutuhan yang terus berkelanjutan yang tak bisa terlepas dari kebutuhan pokok manusia.</p>
<p style="text-align: justify;">Majalengka sangat cocok untuk budi daya tanaman sayur karena daerahnya merupakan pegunungan yang berudara dingin dan cocok untuk tanaman sayur. Sayuran organik akan lebih bermanfaat daripada sayuran yang mengandung bahan kimia karena akan mengurangi residu kimia yang banyak mengancam kesehatan, sayuran organik banyak memiliki  keuntungan bagi tubuh, selain memenuhi gizi keluarga juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan serta memperindah lingkungan. Secara umum menanam sayur bisa dilakukan dengan langsung ditanam, ada juga yang memerlukan penyemaian. Sayuran merupakan sumber vitamin dan mineral yang sangat baik untuk kesehatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari kontribusi yang diberikan oleh sayur-sayuran itu dapat dipastikan bahwa usaha bertanam sayur begitu memberi peluang yang cukup menjanjikan. Bagi masyarakat pedesaan menanam sayur bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri melainkan juga bisa menambah menambah penghasilan keluarga.</p>
<p><!--[if gte mso 9]><xml>
 <w:WordDocument>
  <w:View>Normal</w:View>
  <w:Zoom>0</w:Zoom>
  <w:TrackMoves/>
  <w:TrackFormatting/>
  <w:PunctuationKerning/>
  <w:ValidateAgainstSchemas/>
  <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid>
  <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent>
  <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText>
  <w:DoNotPromoteQF/>
  <w:LidThemeOther>EN-US</w:LidThemeOther>
  <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian>
  <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript>
  <w:Compatibility>
   <w:BreakWrappedTables/>
   <w:SnapToGridInCell/>
   <w:WrapTextWithPunct/>
   <w:UseAsianBreakRules/>
   <w:DontGrowAutofit/>
   <w:SplitPgBreakAndParaMark/>
   <w:DontVertAlignCellWithSp/>
   <w:DontBreakConstrainedForcedTables/>
   <w:DontVertAlignInTxbx/>
   <w:Word11KerningPairs/>
   <w:CachedColBalance/>
  </w:Compatibility>
  <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel>
  <m:mathPr>
   <m:mathFont m:val="Cambria Math"/>
   <m:brkBin m:val="before"/>
   <m:brkBinSub m:val="--"/>
   <m:smallFrac m:val="off"/>
   <m:dispDef/>
   <m:lMargin m:val="0"/>
   <m:rMargin m:val="0"/>
   <m:defJc m:val="centerGroup"/>
   <m:wrapIndent m:val="1440"/>
   <m:intLim m:val="subSup"/>
   <m:naryLim m:val="undOvr"/>
  </m:mathPr></w:WordDocument>
</xml><![endif]--></p>
<p><!--[if gte mso 9]><xml>
 <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"
  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"
  LatentStyleCount="267">
  <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/>
  <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/>
  <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/>
  <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/>
 </w:LatentStyles>
</xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]>


<style>
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:"Table Normal";
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-priority:99;
	mso-style-qformat:yes;
	mso-style-parent:"";
	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
	mso-para-margin-top:0cm;
	mso-para-margin-right:0cm;
	mso-para-margin-bottom:10.0pt;
	mso-para-margin-left:0cm;
	line-height:115%;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:11.0pt;
	font-family:"Calibri","sans-serif";
	mso-ascii-font-family:Calibri;
	mso-ascii-theme-font:minor-latin;
	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
	mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
	mso-hansi-font-family:Calibri;
	mso-hansi-theme-font:minor-latin;
	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
</style>



<![endif]--></p>
 ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giziuntukmasadepan.org/majalengka/fppg-majalengka-menanam-sayur-organik/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Miris, Jumlah Anak Pendek Indonesia Masuk 4 Besar Dunia</title>
		<link>http://giziuntukmasadepan.org/berita/miris-jumlah-anak-pendek-indonesia-masuk-4-besar-dunia</link>
		<comments>http://giziuntukmasadepan.org/berita/miris-jumlah-anak-pendek-indonesia-masuk-4-besar-dunia#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2016 05:55:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[adminfppg]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://giziuntukmasadepan.org/?p=474</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta - Ada 9 juta anak Indonesia menderita stunting. Tingginya kasus stunting menempatkan Indonesia di posisi ke empat sebagai negara dengan kasus stunting tertinggi di dunia. Miris. Di sisi lain sebagian anak Indonesia mengalami kelebihan gizi yang berdampak pada obesitas, sementara sisi lainnya justru mengalami gizi buruk sehingga terjadilah kasus stunting. “Indonesia adalah satu dari [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Jakarta - Ada 9 juta anak Indonesia menderita stunting. Tingginya kasus stunting menempatkan Indonesia di posisi ke empat sebagai negara dengan kasus stunting tertinggi di dunia. Miris. Di sisi lain sebagian anak Indonesia mengalami kelebihan gizi yang berdampak pada obesitas, sementara sisi lainnya justru mengalami gizi buruk sehingga terjadilah kasus stunting.</p>
<p style="text-align: justify;">“Indonesia adalah satu dari empat negara dengan kasus stunting tertinggi,” kata H.P.Bonaria Siahaan, Executive Director Millenium Challenging Account-Indonesia saat berkunjung ke kantor Investor Daily di Gedung Beritasatu Plaza, Jakarta, baru-baru ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Stunting kata Bonaria, tidak terjadi dengan sendirinya. Ada rangkaian masalah , kesehatan yang menyertainya. “Ini karena kurangnya pengetahuan masyarakat, terutama para ibu terhadap gizi dan sanitasi,” ungkap Bonaria.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari dua hal tersebut, sanitasi menjadi permasalahan yang cukup serius dan harus menjadi prioritas untuk mencegah meningkatnya jumlah anak penderita stunting. “Akibat sanitasi buruk karena masih banyak masyarakat BAB sembarangan, anak menjadi diare sehingga kurang gizi. Akibatnya pertumbuhannya terhambat sehingga anak menjadi pendek,” jelas Bonaria.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak semata bertubuh pendek, anak stunting memiliki kemampuan kognitif rendah. Di masa dewasa, anak stunting juga memiliki risiko menderita penyakit degeneratif (diabetes, obesitas, jantung, stroke) lebih tinggi dibanding anak tak stunting.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">sumber : http://www.beritasatu.com/kesehatan/329147-miris-jumlah-anak-pendek-indonesia-masuk-4-besar-dunia.html</p>
 ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giziuntukmasadepan.org/berita/miris-jumlah-anak-pendek-indonesia-masuk-4-besar-dunia/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Budidaya Sayuran Organik di Polibag Menjadi Peluang Usaha</title>
		<link>http://giziuntukmasadepan.org/batang/budidaya-sayuran-organik-di-polibag-menjadi-peluang-usaha</link>
		<comments>http://giziuntukmasadepan.org/batang/budidaya-sayuran-organik-di-polibag-menjadi-peluang-usaha#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2015 00:48:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[adminfppg]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Batang]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://giziuntukmasadepan.org/?p=425</guid>
		<description><![CDATA[Belakangan ini, makin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya mengkonsumsi makanan sehat, salah satunya dengan mengkonsumsi sayuran organik. Bahkan mereka rela membayar dengan harga yang lebih mahal untuk mendapatkan sayuran yang dibudidayakan tanpa menggunakan bahan kimia tersebut. Peluang ini mulai dilirik oleh masyarakat petani teh di daerah Desa Mojotengah, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Melalui FPPG [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Belakangan ini, makin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya mengkonsumsi makanan sehat, salah satunya dengan mengkonsumsi sayuran organik. Bahkan mereka rela membayar dengan harga yang lebih mahal untuk mendapatkan sayuran yang dibudidayakan tanpa menggunakan bahan kimia tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Peluang ini mulai dilirik oleh masyarakat petani teh di daerah Desa Mojotengah, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Melalui FPPG (Forum Petani Peduli Gizi) Kabupaten Batang, sekarang ini mereka mulai membudidaya sayuran organik yang ditanam di polybag supaya mempermudah seseorang mendapatkan sayur organik segar secara praktis.</p>
<p style="text-align: justify;">Awalnya petani teh di Mojotengah menanam sayur dipekarangan rumah hanya untuk memenuhi kebutuhan Gizi keluarga, tetapi seiring dengan itu justru mulai banyak tamu yang berkunjung ke Mojotengah pasti pulangnnya selalu membawa sayuran dalam polybag.</p>
<p style="text-align: justify;">Sehingga masyarakat disana mulai sadar, ternyata jika pekarangan rumah dikelola dengan baik akan mempercantik rumah bahkan jika setiap rumah memiliknya pastinya desa juga akan terlihat Indah. Selain itu ternyata juga memberikan manfaat secara ekonomi, tetapi tujuan utamanya adalah untuk pemenuhan Gizi untuk Keluarga.</p>
 ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giziuntukmasadepan.org/batang/budidaya-sayuran-organik-di-polibag-menjadi-peluang-usaha/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Workshop Monitoring &amp; Evaluasi Program Peningkatan Gizi Keluarga Petani Teh</title>
		<link>http://giziuntukmasadepan.org/berita/workshop-monitoring-evaulasi-program-peningkatan-gizi-keluarga-petani-teh</link>
		<comments>http://giziuntukmasadepan.org/berita/workshop-monitoring-evaulasi-program-peningkatan-gizi-keluarga-petani-teh#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Dec 2015 23:43:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[adminfppg]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://giziuntukmasadepan.org/?p=417</guid>
		<description><![CDATA[Program peningkatan gizi perlu dilakukan untuk menekan angka malnutrisi khususnya bagi masyarakat yang tinggal di perkebunan teh. Masyarakat yang tinggal di perkebunan teh memiliki berbagai kendala untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, BWI (Business Watch Indonesia) melaksanakan program peningkatan gizi keluarga petani teh dengan membentuk FPPG (Forum Petani Peduli Gizi) yang ada [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Program peningkatan gizi perlu dilakukan untuk menekan angka malnutrisi khususnya bagi masyarakat yang tinggal di perkebunan teh. Masyarakat yang tinggal di perkebunan teh memiliki berbagai kendala untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, BWI (Business Watch Indonesia) melaksanakan program peningkatan gizi keluarga petani teh dengan membentuk FPPG (Forum Petani Peduli Gizi) yang ada di 11 kabupaten di Jawa Barat dan 3 kabupaten di Jawa Tengah yang akan menjadi agen untuk gerakan sadar gizi di wilayah masing-masing.</p>
<p style="text-align: justify;">Guna memantau dan mengevaluasi program peningkatan gizi keluarga petani teh, BWI dan FPPG melaksanakan <i>workshop</i> “<i>Monitoring</i> dan Evaluasi Program Peningkatan Gizi Keluarga Petani Teh” yang dilaksanakan pada tanggal 20 s/d 21 Desember 2015 di Hotel Serela, Bandung, Jawa Barat.</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan ini dibagi dalam dua hari, di hari pertama BWI dan FPPG mengevaluasi program pendataan petani teh yang akan menjadi anggota FPPG. Selain mengevaluasi proses pendataan petani, BWI dan FPPG juga mengevaluasi program-program peningkatan gizi keluarga petani teh yang sudah dilakukan oleh anggota FPPG di masing-masing kabupaten. Dalam <i>workshop</i> ini FPPG Batang, Tasikmalaya, dan Cianjur berbagi pengalaman terkait dengan program yang sudah dilaksanakan di wilayah masing-masing agar dapat memberi semangat kepada FPPG di wilayah lain. Sesi terakhir pada tanggal 20 Desember ditutup dengan <i>capacity building</i> dalam penulisan berita agar dapat memanfaatkan website FPPG (<a href="http://giziuntukmasadepan.org/">http://giziuntukmasadepan.org/</a>) sebagai sarana publikasi kegiatan FPPG.</p>
<p style="text-align: justify;">Hari kedua, dimulai dengan <i>sharing</i> pengalaman berwirausaha dari Bapak Agung Nurmansyah. Sesi ini diharapkan menjadi penyemangat anggota FPPG untuk berwirausaha dan mengelola waserda.  Selesai dengan <i>sharing</i> pengalaman berwirausaha, <i>workshop</i> dilanjutkan dengan pengenalan <i>website</i> FPPG dan penjelasan mengenai cara mengirimkan berita ke dalam <i>website</i> tersebut. <i>Website</i> tersebut adalah media publikasi kegiatan FPPG. <i>Workshop</i> ini ditutup dengan pembuatan rancangan program kerja FPPG masing-masing daerah berdasarkan analisis SWOT yang sudah dibuat sebelumnya. Dengan analisis yang sudah dilakukan, diharapkan FPPG dapat membuat program kerja yang realistis dan dapat dilaksanakan. Pada akhir sesi, Ibu Yanti (Koordinator FPPG se-Jawa Barat dan Jawa Tengah) mencetuskan <i>tagline </i>“Aku tahu, sadar, siap, dan melakukan” sebagai <i>tagline</i> gerakan sadar gizi oleh FPPG. <i>Workshop</i> ini menjadi ajang untuk meningkatkan kemampuan FPPG dalam mengelola program peningkatan gizi keluarga petani teh sehingga dapat menjadi contoh untuk gerakan sadar gizi dan menuju cita-cita “Indonesia Sehat”.</p>
 ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giziuntukmasadepan.org/berita/workshop-monitoring-evaulasi-program-peningkatan-gizi-keluarga-petani-teh/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Women Monthly Meeting di Sukakarya &#8211; Cianjur</title>
		<link>http://giziuntukmasadepan.org/cianjur/women-monthly-meeting-di-sukakarya-sukanagara-cianjur</link>
		<comments>http://giziuntukmasadepan.org/cianjur/women-monthly-meeting-di-sukakarya-sukanagara-cianjur#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2015 10:03:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[adminfppg]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Cianjur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://giziuntukmasadepan.org/?p=412</guid>
		<description><![CDATA[Asupan gizi seimbang tidak hanya diperuntukkan oleh orang dewasa melainkan juga bayi. Setelah mendapatkan ASI eksklusif dari ibu selama 6 bulan sebaiknya diberikan makanan pendamping ASI. Makanan pendamping ASI yang biasanya diberikan adalah nasi tim atau makanan instan yang dijual di toko. Nasi tim yang dibuat oleh ibu sebaiknya dicampur dengan sayuran dan lauk pauk [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Asupan gizi seimbang tidak hanya diperuntukkan oleh orang dewasa melainkan juga bayi. Setelah mendapatkan ASI eksklusif dari ibu selama 6 bulan sebaiknya diberikan makanan pendamping ASI. Makanan pendamping ASI yang biasanya diberikan adalah nasi tim atau makanan instan yang dijual di toko. Nasi tim yang dibuat oleh ibu sebaiknya dicampur dengan sayuran dan lauk pauk yang lain. Tekstur dari makanan pendamping ASI disesuaikan dengan usia dari si bayi. Biasanya tekstur makanan tersebut harus lembut karena menjadi awal dari bayi dalam menerima makanan. Makanan pendamping ASI untuk anak 6 bulan biasanya diberikan buah-buahan segar salah satu contohnya pisang. Setelah berusia 8 bulan bisanya diberikan makanan yang mengandung karbohirat dan protein. Kemudian berusia 9 bulan ke atas biasanya sudah diberikan variasi makanan dan tekstur yang beragam.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh sebab itu pada waktu yang lalu diberikan sosialisasi kepada ibu-ibu warga desa Sukakarya tentang makanan pendamping ASI. Ibu-ibu yang datang antusias dalam mendengarkan materi yang disampaikan. Banyak ibu-ibu yang bertanya karena mereka merasa bahwa informasi yang disampaikan penting untuk mereka dalam memberikan nutrisi kepada anaknya. Mereka tidak hanya bertanya mengenai makanan pendamping ASI saja melainkan juga tentang ASI eksklusif. Tidak hanya kader-kader posyandu melainkan juga masyarakat pada umumnyya antusias untuk bertanya. Masyarakat mempunyai keinginan yang tinggi untuk memperoleh pengetahuan yang belum mereka dapatkan sebelumnya.</p>
 ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giziuntukmasadepan.org/cianjur/women-monthly-meeting-di-sukakarya-sukanagara-cianjur/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Women Monthly Meeting di Gunungsari &#8211; Cianjur</title>
		<link>http://giziuntukmasadepan.org/cianjur/women-monthly-meeting-di-sukanagara-cianjur</link>
		<comments>http://giziuntukmasadepan.org/cianjur/women-monthly-meeting-di-sukanagara-cianjur#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2015 07:17:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[adminfppg]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Cianjur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://giziuntukmasadepan.org/?p=406</guid>
		<description><![CDATA[Gizi merupakan salah satu faktor untuk kelangsungan hidup manusia. Salah  satu cara untuk memperoleh nutrisi yang baik dengan pengolahan makanan. Dalam mengolah makanan harus memperhatikan kandungan nutrisi yang terdapat pada makanan tersebut. Pengolahan makanan itu berbeda-beda tergantung dari jenis makanannya. Oleh karena pada bulan Oktober diadakan Women Monthly Meeting (WMM) di Desa Gunungsari, Kecamatan Sukanagara, [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Gizi merupakan salah satu faktor untuk kelangsungan hidup manusia. Salah  satu cara untuk memperoleh nutrisi yang baik dengan pengolahan makanan. Dalam mengolah makanan harus memperhatikan kandungan nutrisi yang terdapat pada makanan tersebut. Pengolahan makanan itu berbeda-beda tergantung dari jenis makanannya. Oleh karena pada bulan Oktober diadakan Women Monthly Meeting (WMM) di Desa Gunungsari, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur untuk memberikan sosialisasi kepada warga masyarakat khususnya ibu-ibu. Sosialisasi ini diberikan dengan tujuan supaya ibu-ibu lebih paham tentang cara pengolahan makanan sehingga kandungan nutrisinya tidak hilang.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam sosialisasi tersebut tidak hanya tentang cara memasaknya melainkan juga menjelaskan  proses sebelum memasak. Salah satunya tentang cara mencuci sayuran dan buah-buahan dengan benar. Sebagian ibu-ibu telah memahami bahwa mencuci sayuran dan buah-buahan dengan air yang mengalir. Pengetahuan ini bermanfaat supaya masyarakat tidak lagi mengulang kesalahan dalam mengolah makanan sehingga nutrisi yang terkandung hilang. Masyarakat khususnya ibu-ibu sangat antusias dalam mendengarkan sosialisasi yang disampaikan sehingga hal tersebut menjadi penting.</p>
 ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giziuntukmasadepan.org/cianjur/women-monthly-meeting-di-sukanagara-cianjur/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Angkat Kematian Ibu dan Bayi di Majalengka Masih Tinggi</title>
		<link>http://giziuntukmasadepan.org/majalengka/angkat-kematian-ibu-dan-bayi-di-majalengka-masih-tinggi</link>
		<comments>http://giziuntukmasadepan.org/majalengka/angkat-kematian-ibu-dan-bayi-di-majalengka-masih-tinggi#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2015 04:53:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[adminfppg]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Majalengka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://giziuntukmasadepan.org/?p=369</guid>
		<description><![CDATA[Angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Majalengka masih tetap tinggi. Berdasarkan data yang ada hingga bulan Oktober mencapai 151 orang, namun demikian angka tersebut mengalami penurunan cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya. Hal tersebut disampaikan Bupati Majalengka Sutrisno saat peringatan Hari Kesehatan Nasional tingkat Kabupaten Majalengka di alun-alun Kota Majalengka, Minggu (15/11/2015). Menurut keterangan Bupati [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Majalengka masih tetap tinggi. Berdasarkan data yang ada hingga bulan Oktober mencapai 151 orang, namun demikian angka tersebut mengalami penurunan cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Bupati Majalengka Sutrisno saat peringatan Hari Kesehatan Nasional tingkat Kabupaten Majalengka di alun-alun Kota Majalengka, Minggu (15/11/2015).</p>
<p>Menurut keterangan Bupati Sutrisno, angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Majalengak terus mengalami penurunan seiring dengan diulakukannya penanganan terhadap kelahiran bai yang semakin baik. Di tahun 2013 angka kematian ibu akibat melahikan mencapai 30 orang, sedangkan kematian bayi mencapai 247 kasus. Tahun berikutnya 2014 angka kematian ibu akibat melahirkan turun 9 kasus atau menjadi sebanyak 21 kasus, dan angka kematian bayi turun 67 kasus atau menjadi sebanyak 179 kasus. Pada tahun 2015 hingga bulan Oktober angka kematian ibu sebanyak 13, dan angka kematian bayi sebanyak 138 kasus, serta kematian balita sebanyak 10, dari jumlah total kehamilan 17.888.</p>
<p>Tingginya angka kematian ibu ataupun bayi hampir rata-rata lebih disebabkan oleh lambatnya penanganan kelahiran, karena keluarga pasien kerap lambat melakukan pelaporan terhadap petugas kesehatan atau bidan setempat untuk dirujuk ke Rumah Sakit.</p>
<p>Kini untuk menakan angka kematian ibu dan bayi akibat melahirkan, Pemerintah Kabupaten Majalengka selain menempatkan bidan desa yang setiap saat harus berada di wilayahnya, juga Dinas kesehatan kabupaten Majalengka kini menyediakan layanan telpon khusus untuk penanganan melahirkan lewat no tlp 0233 8291111 atau menghubungi lewat pesan singkat dengan no 081 123 351 236. Kedua nomor tersebut akan langsung mencatat semua data pasien dan segera menghubungi Rumah Sakit agar mempersiapkan pasilitas untuk penanganan pasien serta ambulan untuk menjelmput pasien dimana pasien tersebut berada.</p>
<p>“Layanan call centre diberikan dalam waktu 24 jam, disana operator selalu stand by, makanya masyarakat yang akan melahirkan dan butuh peayanan khusus bisa langsung menghubungi telefon tersebut,” ungkap Bupati.</p>
<p>Demikian juga dengan tenaga medis di dua Rumah Sakit Cideres dan RSUD Majalengka akan siaga selama 24 jam, sehingga tidak aka nada alasan lagi terjadinya keterlambatan penanganan bagi ibu melahirkan.</p>
<p>Pada peringatan Hari Kesehatan tersebut Bupati Majalengka juga menyebutkan kalau Kabupaten Majalengka saat ini siaga pancaroba, pencanangan sukses pecan Imuninasi nasional di tahun 2016 serta Kabupaten Majalengka bisa berprilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).</p>
<p>“Saat musim pancaroba masyarakat akan sangat rentan dengan berbagai macam penyakit. Dokter saja yang mengetahui obat untuk pencehagan penyakit bisa terkena serangan penyakit apalagi masyarakat. Makanya masyarakat haru memiliki pola hidup bersih dan sehat agar terhindar dari penyakit,” ujar Sutriso.</p>
<p><a href="http://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/2015/11/15/349961/angkat-kematian-ibu-dan-bayi-di-majalengka-masih-tinggi" target="_blank">sumber</a></p>
 ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giziuntukmasadepan.org/majalengka/angkat-kematian-ibu-dan-bayi-di-majalengka-masih-tinggi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Purwakarta Anggarkan Rp 14 Miliar untuk Susu dan Telur</title>
		<link>http://giziuntukmasadepan.org/purwakarta/purwakarta-anggarkan-rp-14-miliar-untuk-susu-dan-telur</link>
		<comments>http://giziuntukmasadepan.org/purwakarta/purwakarta-anggarkan-rp-14-miliar-untuk-susu-dan-telur#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2015 04:41:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[adminfppg]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Purwakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://giziuntukmasadepan.org/?p=366</guid>
		<description><![CDATA[Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menganggarkan dana Rp 14 miliar untuk menyokong program asupan gizi murid sekolah dasar (SD). Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi mengatakan dana tersebut untuk membeli susu dan telur. "Susu dan telur adalah gizi terbaik buat menumbuhkembangkan fisik dan kecerdasan anak," kata Dedi, Senin, 21 September 2015. Dana itu akan diusulkan dalam setiap [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menganggarkan dana Rp 14 miliar untuk menyokong program asupan gizi murid sekolah dasar (SD). Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi mengatakan dana tersebut untuk membeli susu dan telur. "Susu dan telur adalah gizi terbaik buat menumbuhkembangkan fisik dan kecerdasan anak," kata Dedi, Senin, 21 September 2015.</p>
<p>Dana itu akan diusulkan dalam setiap pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Purwakarta. "Sama sekali tak ada bantuan dari pemprov atau pun pusat," ujarnya.</p>
<p>Dia menegaskan bahwa urusan asupan gizi anak-anak merupakan persoalan yang harus terus ditangani secara serius oleh Pemkab Purwakarta. Tujuannya agar generasi muda kelak memlilik daya saing yang tinggi.</p>
<p>Bupati yang sehari-hari selalu mengenakan pakaian pangsi khas sunda itu, juga telah bertekad menjadikan sekolah sebagai lumbung kreativitas dan produktivitas serta pusat pengembangan kemandirian anak sejak dini. Dedi mengaku bungah, sebab, sekolah sebagai basis kreatifitas dan produktifitas, kini sudah mulai menampakkan hasil.<br />
"Misalnya, anak-anak sudah mampu memproduksi tas sekolah berbahan daur ulang. Beternak kambing, bercocok tanam dan berkebun hias," kata Dedi mengimbuhkan.</p>
<p>Salah seorang wali murid SD di Kecamatan Bojong, Ismawati, mengaku sangat terbantu dengan program asupan gizi gratis yang dicanangkan Pemkab Purwakarta tersebut. "Minimal, untuk kepentingan asupan gizi selama di sekolah sudah teratasi, kami, tinggal menyediakannya untuk di rumah saja," ujarnya.</p>
<p><a href="http://nasional.tempo.co/read/news/2015/09/21/058702625/purwakarta-anggarkan-rp-14-miliar-untuk-susu-dan-telur" target="_blank">sumber</a></p>
 ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giziuntukmasadepan.org/purwakarta/purwakarta-anggarkan-rp-14-miliar-untuk-susu-dan-telur/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
