<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>FPPG (Forum Petani Peduli Gizi) &#187; Theo Hadi</title>
	<atom:link href="http://giziuntukmasadepan.org/author/theo-fppg/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://giziuntukmasadepan.org</link>
	<description>FPPG (Forum Petani Peduli Gizi)</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jul 2018 04:13:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.8.41</generator>
	<item>
		<title>Audiensi Paguyuban Tani Lestari dengan Komisi VI DPR RI</title>
		<link>http://giziuntukmasadepan.org/berita/audiensi-paguyuban-tani-lestari-dengan-komisi-vi-dpr-ri</link>
		<comments>http://giziuntukmasadepan.org/berita/audiensi-paguyuban-tani-lestari-dengan-komisi-vi-dpr-ri#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Oct 2017 10:13:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Theo Hadi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://giziuntukmasadepan.org/?p=1074</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu upaya yang dilakukan Paguyuban Tani Lestari untuk mendorong keberlanjutan usaha industri teh petani yaitu dengan mengembangkan jaringan usaha. Dikarenakan jaringan usaha memiliki peran guna memperbaiki sistem perdagangan teh, mulai dari pembelian pucuk di tingkat petani, pengolahan teh di tingkat pabrik sampai dengan pengemasan dan akses/pengembangan pasar sangat ditentukan oleh hubungan jaringan stakeholder. Dengan [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Salah satu upaya yang dilakukan Paguyuban Tani Lestari untuk mendorong keberlanjutan usaha industri teh petani yaitu dengan mengembangkan jaringan usaha. Dikarenakan jaringan usaha memiliki peran guna memperbaiki sistem perdagangan teh, mulai dari pembelian pucuk di tingkat petani, pengolahan teh di tingkat pabrik sampai dengan pengemasan dan akses/pengembangan pasar sangat ditentukan oleh hubungan jaringan <i>stakeholder</i>. Dengan kondisi latar belakang demikian, Paguyuban Tani Lestari bersama dengan Business Watch Indonesia melakukan diskusi dan audiensi bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Bp. Aria Bima.</p>
<p style="text-align: justify;">Audiensi yang dilaksanakan pada tanggal 15 Desember 2016 di Jakarta dihadiri oleh perwakilan petani teh dari 14 Kabupaten dari Jawa Barat dan Jawa Tengah. Maksud dan tujuan pertemuan tersebut antara lain : menyampaikan situasi kondisi terkini petani teh Indonesia dan Paguyuban Tani Lestari ingin membangun hubungan serta koordinasi di tingkat Legislatif. Audiensi bersama Bp. Aria Bima bukan tanpa maksud, sebagai wakil ketua Komisi VI DPR RI yang membidangi Perdagangan beserta regulasinya sangat dibutuhkan oleh Paguyuban Tani Lestari guna memperkuat posisi petani dalam sistem perdagangan teh nasional, disamping itu petani juga mengharapkan Komisi VI DPR RI dapat membantu kendala perdagangan dan penjualan teh di tingkat petani maupun perusahaan, agar tercipta suatu iklim produksi dan perdagangan teh yang baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari hasil pertemuan tersebut, disampaikan bahwa Komisi VI DPR RI akan mengusahakan perbaikan bagi sistem perdagangan teh di tingkat petani, membantu mengangkat  posisi tawar petani sebagai produsen teh dan berorientasi meningkatkan pendapatan petani teh melalui bantuan sarana produksi bagi kelompok tani teh. Pada saat yang bersamaan pula, Paguyuban Tani Lestari menunjuk Bp. Aria Bima sebagai Pembina Paguyuban Tani Lestari yang akan memberikan support,  semangat serta mem <i>back up</i> kegiatan Paguyuban Tani Lestari menuju peningkatan kesejahteraan petani teh. (nch)</p>
 ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giziuntukmasadepan.org/berita/audiensi-paguyuban-tani-lestari-dengan-komisi-vi-dpr-ri/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Audiensi Paguyuban Tani Lestari Ke Kementerian Perindustrian RI :  Revitalisasi Industri Teh Rakyat</title>
		<link>http://giziuntukmasadepan.org/berita/audiensi-paguyuban-tani-lestari-ke-kementerian-perindustrian-ri-revitalisasi-industri-teh-rakyat</link>
		<comments>http://giziuntukmasadepan.org/berita/audiensi-paguyuban-tani-lestari-ke-kementerian-perindustrian-ri-revitalisasi-industri-teh-rakyat#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Oct 2017 09:56:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Theo Hadi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://giziuntukmasadepan.org/?p=1067</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai rangkaian dalam program Sertifikasi Lestari bagi perkebunan teh rakyat untuk memperbaiki sistem pertanian dengan mengedepankan aspek kelestarian lingkungan, sosial dan ekonomi. Business Watch Indonesia bersama dengan Paguyuban Tani Lestari melakukan audiensi dengan Kementerian Perindustrian RI. Paguyuban Tani Lestari yang beranggotakan sekitar 30.000 petani teh dari 14 kabupaten di Jawa Barat dan Jawa Tengah, bertemu [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sebagai rangkaian dalam program <b>Sertifikasi Lestari</b> bagi perkebunan teh rakyat untuk memperbaiki sistem pertanian dengan mengedepankan aspek kelestarian lingkungan, sosial dan ekonomi. Business Watch Indonesia bersama dengan Paguyuban Tani Lestari melakukan audiensi dengan Kementerian Perindustrian RI. Paguyuban Tani Lestari yang beranggotakan sekitar 30.000 petani teh dari 14 kabupaten di Jawa Barat dan Jawa Tengah, bertemu dengan Bp. Panggah selaku Dirjen Agro, Kementerian Perindustrian RI. Audiensi dilakukan di kantor Kementerian Perindustrian RI di Jakarta pada 15 Desember 2016.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam audiensi tersebut Ketua Paguyuban Tani Lestari, Ibu Yanti Marliyanti menyampaikan situasi kondisi petani teh dalam kumparan industri teh nasional, bahwa dalam rantai supplai industri teh, petani sebagai produsen yang berperan dalam penyediaan bahan baku teh justru belum dapat menikmati pendapatan ekonomi yang bagus, dikarenakan harga pucuk yang belum stabil serta permainan tengkulak dan <i>trader</i> pucuk yang tidak <i>fair</i> memberikan dampak kurang bagus bagi petani teh. Di sisi lain petani tidak memiliki akses finansial yang baik sehingga sulit untuk melakukan terobosan guna memperbaiki kondisi ekonomi.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa hal yang disampaikan oleh perwakilan Paguyuban Tani Lestari, disambut baik oleh Dirjen Agro, Kementerian Perindustrian. Bahwa pada periode 2017/2018 Kemenperin akan mensupport petani melalui kelompok tani atau koperasi untuk memfasilitasi pendirian unit pengolahan teh hijau. Dalam hal ini Kemenperin akan memberikan bantuan mesin pengolah teh kepada petani, dengan tujuan petani dapat mengolah pucuk dan memproduksi serta menjual teh dalam bentuk kering. Jika sebelumnya petani hanya menjual pucuk basah, ke depan diharapkan petani juga dapat menjual teh kering yang akan menambah nilai (<i>value</i>) atau pendapatan bagi petani teh. Terobosan yang dilakukan Kemenperin merupakan satu langkah untuk upaya revitalisasi industri teh nasional, dengan metode mendorong petani tidak hanya sebagai produsen bahan baku namun juga sebagai pengolah atau memproduksi teh basah menjadi teh kering. (nch)</p>
 ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giziuntukmasadepan.org/berita/audiensi-paguyuban-tani-lestari-ke-kementerian-perindustrian-ri-revitalisasi-industri-teh-rakyat/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sosialisasi dan Pembekalan Tim ICS Desa Pagergunung Menuju Sertifikasi Lestari</title>
		<link>http://giziuntukmasadepan.org/banjarnegara/sosialisasi-dan-pembekalan-tim-ics-desa-pagergunung-menuju-sertifikasi-lestari</link>
		<comments>http://giziuntukmasadepan.org/banjarnegara/sosialisasi-dan-pembekalan-tim-ics-desa-pagergunung-menuju-sertifikasi-lestari#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Sep 2017 12:01:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Theo Hadi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Banjarnegara]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://giziuntukmasadepan.org/?p=1045</guid>
		<description><![CDATA[Persiapan untuk menuju Sertifikasi Lestari tengah dilakukan di Desa Pagergunung, Kec. Wanayasa, Banjarnegara. Salah satu aktivitas yang telah dilaksanakan untuk persiapan tersebut adalah “Sosialisasi dan Pembekalan Tim ICS Desa Pagergunung Menuju Sertifikasi Lestari” pada tanggal 27 Agustus 2017,  dengan mengundang Bp. Kulbir Mehta, Direktur Solidaridad, sebagai narasumber. Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa Pagergunung ini [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Persiapan untuk menuju Sertifikasi Lestari tengah dilakukan di Desa Pagergunung, Kec. Wanayasa, Banjarnegara. Salah satu aktivitas yang telah dilaksanakan untuk persiapan tersebut adalah “Sosialisasi dan Pembekalan Tim ICS Desa Pagergunung Menuju Sertifikasi Lestari” pada tanggal 27 Agustus 2017,  dengan mengundang Bp. Kulbir Mehta, Direktur Solidaridad, sebagai narasumber. Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa Pagergunung ini dimaksudkan untuk mematangkan persiapan tim ICS untuk Sertifikasi Lestari.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai ahli teh dari India, dalam acara tersebut Bp. Kulbir berbagi pengalaman dan informasi terkait budidaya teh yang dilakukan di India. Selain berbagi pengalaman, Bp. Kulbir juga mendengarkan kendala petani terkait dengan permasalahan budidaya teh di wilayah Banjarnegara. Terdapat beberapa penyakit tanaman yang cukup meresahkan petani, dan di Desa Pagergunung yang paling meresahkan adalah cacar daun. Bapak Kulbir berpesan, kendala tersebut akan menjadi perhatian khusus pada Sertifikasi Lestari dan akan segera dicarikan solusi yang tepat. Bp. Kulbir juga akan memberikan petunjuk manual budidaya teh yang dapat dipelajari oleh tim ICS. Petunjuk manual tersebut berisi informasi budidaya teh yang baik dan benar sehingga petani dapat mempersiapkan kebun untuk Sertifikasi Lestari. (theohadi)</p>
 ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giziuntukmasadepan.org/banjarnegara/sosialisasi-dan-pembekalan-tim-ics-desa-pagergunung-menuju-sertifikasi-lestari/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rumah Produksi Teh nDeso, Desa Pagergunung, Wanayasa, Banjarnegara</title>
		<link>http://giziuntukmasadepan.org/banjarnegara/rumah-produksi-teh-ndeso-desa-pagergunung-wanayasa-banjarnegara</link>
		<comments>http://giziuntukmasadepan.org/banjarnegara/rumah-produksi-teh-ndeso-desa-pagergunung-wanayasa-banjarnegara#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Sep 2017 11:39:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Theo Hadi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Banjarnegara]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://giziuntukmasadepan.org/?p=1034</guid>
		<description><![CDATA[Dalam upaya mengangkat peran perempuan di sektor teh, BWI tengah melaksanakan program pendampingan melalui unit produksi “Teh nDeso” di kelompok tani Hamparan Rizqi, Kec. Wanayasa, Kab. Banjarnegara. Tujuan dari pendampingan ini tidak hanya untuk peningkatan pendapatan perempuan namun juga memberikan kesempatan pada perempuan untuk terlibat langsung dalam pengelolaan unit produksi “Teh nDeso”. Proses produksi yang [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Dalam upaya mengangkat peran perempuan di sektor teh, BWI tengah melaksanakan program pendampingan melalui unit produksi “Teh nDeso” di kelompok tani Hamparan Rizqi, Kec. Wanayasa, Kab. Banjarnegara. Tujuan dari pendampingan ini tidak hanya untuk peningkatan pendapatan perempuan namun juga memberikan kesempatan pada perempuan untuk terlibat langsung dalam pengelolaan unit produksi “Teh nDeso”.</p>
<p style="text-align: justify;">Proses produksi yang dilakukan di rumah produksi “Teh nDeso” dilakukan secara manual dan tradisional oleh perempuan anggota kelompok tani “Hamparan Rizqi”. Pengolahan teh menggunakan kuali (sangan) yang dipanaskan menggunakan kayu bakar. Dalam proses ini tim pengolah benar-benar memanfaatkan kecekatan tangan untuk memastikan kematangan teh. Selain proses pengolahan teh, rumah produksi “Teh nDeso” juga melaksanakan aktivitas pengemasan. Pengemasan juga dilakukan oleh perempuan dari kelompok tani “Hamparan Rizqi”.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada Agustus 2017, rumah produksi “Teh nDeso” dikunjungi oleh Bp. Kulbir Mehta (Direktur Solidaridad Indonesia) dan tim BWI. Pada kunjungan tersebut Bp. Kulbir Mehta sebagai ahli teh dari India, bependapat bahwa “Teh nDeso” memiliki cita rasa yang khas dan unik sehingga menurut beliau “Teh nDeso” dapat dijual sebagai produk premium dengan harga tinggi. Dengan potensi yang dimiliki, tentu diharapkan “Teh nDeso” dapat semakin berkembang menghasilkan teh dengan kualitas baik dengan cita rasa yang khas nan unik, dan yang terpenting adalah mengangkat segi ekonomi perempuan di sector teh. (theohadi)</p>
 ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giziuntukmasadepan.org/banjarnegara/rumah-produksi-teh-ndeso-desa-pagergunung-wanayasa-banjarnegara/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kunjungan Solidaridad dan BWI ke Kebun Teh Desa Pagergunung, Wanayasa, Banjarnegara</title>
		<link>http://giziuntukmasadepan.org/banjarnegara/kunjungan-solidaridad-dan-bwi-ke-kebun-teh-desa-pagergunung-wanayasa-banjarnegara</link>
		<comments>http://giziuntukmasadepan.org/banjarnegara/kunjungan-solidaridad-dan-bwi-ke-kebun-teh-desa-pagergunung-wanayasa-banjarnegara#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Sep 2017 11:18:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Theo Hadi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Banjarnegara]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://giziuntukmasadepan.org/?p=1020</guid>
		<description><![CDATA[Dalam upaya menuju Serifikasi Lestari, Bp. Kulbir Mehta, Direktur Solidaridad, bersama tim BWI mengunjungi kebun teh di Desa Pagergunung, Wanayasa, Banjarnegara, Jawa Tengah. Kunjungan yang dilaksanakan pada tanggal 27 Agustus 2017 tersebut dilaksanakan untuk meninjau kondisi kebun di wilayah Banjarnegara. Bp. Kulbir Mehta memberikan masukan yang sangat membangun bagi sistem budidaya tanaman teh rakyat di [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Dalam upaya menuju Serifikasi Lestari, Bp. Kulbir Mehta, Direktur Solidaridad, bersama tim BWI mengunjungi kebun teh di Desa Pagergunung, Wanayasa, Banjarnegara, Jawa Tengah. Kunjungan yang dilaksanakan pada tanggal 27 Agustus 2017 tersebut dilaksanakan untuk meninjau kondisi kebun di wilayah Banjarnegara.</p>
<p style="text-align: justify;">Bp. Kulbir Mehta memberikan masukan yang sangat membangun bagi sistem budidaya tanaman teh rakyat di Banjarnegara. Masukan yang disampaikan diantaranya penggunaan pupuk 2 kali dalam setahun dapat ditekan dengan perbandingan 2:1:1 (Urea, TSP, KCL) untuk menekan biaya pengeluaran. Masukan kedua adalah optimalisasi tanaman dengan menjaga teknik petik untuk membentuk bidang petik yang rata.</p>
<p style="text-align: justify;">Masukan yang disampaikan Bp. Kulbir dapat membantu petani untuk melakukan perawatan kebun secara efektif dan efisien. Di satu sisi petani dapat melakukan budidaya dengan biaya yang lebih ringan dan ramah lingkungan, dan di sisi lain hasil panen tetap optimal. (theohadi)</p>
 ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giziuntukmasadepan.org/banjarnegara/kunjungan-solidaridad-dan-bwi-ke-kebun-teh-desa-pagergunung-wanayasa-banjarnegara/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekolah Lapang: Praktik Pertanian yang Baik Untuk tim Internal Control System  di Paninggaran, Pekalongan</title>
		<link>http://giziuntukmasadepan.org/pekalongan/sekolah-lapang-praktik-pertanian-yang-baik-untuk-tim-internal-control-system-di-paninggaran-pekalongan</link>
		<comments>http://giziuntukmasadepan.org/pekalongan/sekolah-lapang-praktik-pertanian-yang-baik-untuk-tim-internal-control-system-di-paninggaran-pekalongan#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Sep 2017 10:48:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Theo Hadi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://giziuntukmasadepan.org/?p=1013</guid>
		<description><![CDATA[Evaluasi cara budidaya teh menjadi tahap yang paling mendasar dalam upaya menuju Sertifikasi Lestari. Dengan evaluasi tersebut, petani teh dapat memahami kekurangan dari proses budidaya hingga panen teh yang selama ini dilakukan. Demi menunjang aktivitas tersebut BWI mengangkat sekolah lapang  untuk tim ICS Pekalongan di kebun teh Desa Paninggaran, Kec. Paninggaran, Pekalongan, Jawa Tengah. Kulbir [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Evaluasi cara budidaya teh menjadi tahap yang paling mendasar dalam upaya menuju Sertifikasi Lestari. Dengan evaluasi tersebut, petani teh dapat memahami kekurangan dari proses budidaya hingga panen teh yang selama ini dilakukan. Demi menunjang aktivitas tersebut BWI mengangkat sekolah lapang  untuk tim ICS Pekalongan di kebun teh Desa Paninggaran, Kec. Paninggaran, Pekalongan, Jawa Tengah. Kulbir Mehta, Direktur Solidaridad Indonesia sekaligus ahli teh dari India, menjadi narasumber dalam kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus 2017 ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam kegiatan sekolah lapang tersebut, Kulbir Mehta membahas beberapa hal terkait dengan budidaya tanaman teh untuk kelestarian tanaman teh dan mencapai hasil panen yang optimal. Beberapa hal yang dibahas dalam sekolah lapang ini adalah teknik pangkas yang baik dengan memperhatikan aspek kesehatan batang, teknik penanggulangan virus akar tanaman, dan teknik petik yang tepat untuk menjaga sistem periodik petik yang teratur dan menjaga kuantitas daun dalam tanaman teh. Teknik perawatan dan panen tanaman teh yang disampaikan Kulbir Mehta merupakan pengalaman dirinya sebagai ahli teh di India.</p>
<p style="text-align: justify;">Tim ICS di Paninggaran memperoleh kesempatan baik untuk menambah pengetahuan budidaya teh dan mengetahui cara budidaya teh petani India tanpa harus langsung studi banding ke India. Dengan sekolah lapang ini, tim ICS di Paninggaran, Pekalongan, dapat langsung menerapkan pengetahuan tersebut di kebun masing-masing, sehingga dalam beberapa waktu ke depan tim ICS dapat merasakan perbedaan dari sistem budidaya yang selama ini dilaksanakan. Untuk kelanjutan dari kegiatan sekolah Lapang ini, Kulbir menyarankan kepada petani untuk membuat demplot pangkas pada tanaman teh dengan berbagai ukuran 60 cm, 66 cm dan 72 cm, fungsi dari demplot ini adalah untuk melihat perbandingan kualitas tanaman yang sudah dipangkas dengan baik dan tanaman yang tidak dipangkas. (theohadi)</p>
 ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giziuntukmasadepan.org/pekalongan/sekolah-lapang-praktik-pertanian-yang-baik-untuk-tim-internal-control-system-di-paninggaran-pekalongan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ramah Tamah dan Diskusi bersama Koperasi Paninggaran Berdikari Makmur,  Kec. Paninggaran, Kab. Pekalongan</title>
		<link>http://giziuntukmasadepan.org/pekalongan/ramah-tamah-dan-diskusi-bersama-koperasi-paninggaran-berdikari-makmur-kec-paninggaran-kab-pekalongan</link>
		<comments>http://giziuntukmasadepan.org/pekalongan/ramah-tamah-dan-diskusi-bersama-koperasi-paninggaran-berdikari-makmur-kec-paninggaran-kab-pekalongan#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Sep 2017 09:23:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Theo Hadi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://giziuntukmasadepan.org/?p=999</guid>
		<description><![CDATA[Acara diskusi dan ramah tamah antara Direktur Solidaridad Indonesia, Bp. Kulbir Mehta  dengan petani teh anggota Koperasi Paninggaran Berdikari Makmur dilaksanakan sebagai tujuan untuk memberikan/ share informasi kondisi terkini perkebunan teh rakyat di Kab. Pekalongan. Bertukar pikiran dan menyampaikan solusi atas kendala perkebunan teh rakyat. Petani sangat perlu untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pemetikan teh, pemangkasan, [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Acara diskusi dan ramah tamah antara Direktur Solidaridad Indonesia, Bp. Kulbir Mehta  dengan petani teh anggota Koperasi Paninggaran Berdikari Makmur dilaksanakan sebagai tujuan untuk memberikan/ share informasi kondisi terkini perkebunan teh rakyat di Kab. Pekalongan. Bertukar pikiran dan menyampaikan solusi atas kendala perkebunan teh rakyat. Petani sangat perlu untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pemetikan teh, pemangkasan, penanganan pasca panen, sistem budidaya yang baik, dan pengendalian hama tanaman teh sebagai bagian dari skema Sertifikasi Lestari.</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan dilaksanakan pada bulan Agustus 2017 diikuti oleh pengurus dan anggota Koperasi Paninggaran Berdikari makmur dan Tim BWI. Salah satu pesan yang disampaikan Bp. Kulbir Mehta kepada petani adalah melakukan pemangkasan rutin 4 tahun sekali guna meremajakan tanaman dan meningkatkan intensitas volume daun. Dan yang terpenting dalam Sertifikasi Lestari, apabila petani dapat menerapkan standar Good Agricultural Practices (GAP) akan memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi petani maupun bagi tanaman teh.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan adanya kunjungan ini petani teh di wilayah Paninggaran, Pekalongan dapat mulai menerapkan perubahan sistem budidaya teh untuk kelestarian tanaman teh dan tentunya peningkatan kualitas dan kuantitas produksi teh. (theohadi)</p>
 ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giziuntukmasadepan.org/pekalongan/ramah-tamah-dan-diskusi-bersama-koperasi-paninggaran-berdikari-makmur-kec-paninggaran-kab-pekalongan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PAGUYUBAN TANI LESTARI</title>
		<link>http://giziuntukmasadepan.org/berita/paguyuban-tani-lestari</link>
		<comments>http://giziuntukmasadepan.org/berita/paguyuban-tani-lestari#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Sep 2016 08:46:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Theo Hadi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://giziuntukmasadepan.org/?p=984</guid>
		<description><![CDATA[Pada tanggal 24 Agustus 2016 di Hotel Kanira, Bandung, Jawa Barat, diadakan pertemuan petani teh. Pertemuan ini diinisiasi oleh Business Watch Indonesia dan Forum Petani Peduli Gizi. Dalam pertemuan tersebut petani teh sepakat untuk membentuk Paguyuban Tani Lestari. Paguyuban Tani Lestari beranggotakan petani teh di provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah. Tujuan dari Paguyuban Tani Lestari adalah untuk [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pada tanggal 24 Agustus 2016 di Hotel Kanira, Bandung, Jawa Barat, diadakan pertemuan petani teh. Pertemuan ini diinisiasi oleh Business Watch Indonesia dan Forum Petani Peduli Gizi. Dalam pertemuan tersebut petani teh sepakat untuk membentuk Paguyuban Tani Lestari. Paguyuban Tani Lestari beranggotakan petani teh di provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah. Tujuan dari Paguyuban Tani Lestari adalah untuk meningkatkan posisi tawar dan mempermudah kerja sama antar petani teh. (Thd)</p>
 ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giziuntukmasadepan.org/berita/paguyuban-tani-lestari/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tingkat Pendidikan Tidak Mempengaruhi Perbaikan Gizi</title>
		<link>http://giziuntukmasadepan.org/berita/tingkat-pendidikan-tidak-mempengaruhi-perbaikan-gizi</link>
		<comments>http://giziuntukmasadepan.org/berita/tingkat-pendidikan-tidak-mempengaruhi-perbaikan-gizi#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jun 2016 07:57:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Theo Hadi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://giziuntukmasadepan.org/?p=879</guid>
		<description><![CDATA[Masih tingginya masalah kesehatan akibat kekurangan gizi dan kelebihan gizi di Indonesia, dikatakan tidak dipengaruhi kondisi ekonomi juga tingkat pendidikan penduduk secara formal. Hal ini disampaikan pihak Kementerian Kesehatan RI, dalam rangka mencapai Puncak Hari Gizi Nasional yang mulai dirayakan sejak Januari 2016. "Sangat disayangkan, mereka yang berpendidikan tinggi belum tentu bisa mengelola pola makan [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;">
<p>Masih tingginya masalah kesehatan akibat kekurangan gizi dan kelebihan gizi di Indonesia, dikatakan tidak dipengaruhi kondisi ekonomi juga tingkat pendidikan penduduk secara formal. Hal ini disampaikan pihak Kementerian Kesehatan RI, dalam rangka mencapai Puncak Hari Gizi Nasional yang mulai dirayakan sejak Januari 2016.</p>
</div>
<div style="text-align: justify;">
<div id="contentx">
<p>"Sangat disayangkan, mereka yang berpendidikan tinggi belum tentu bisa mengelola pola makan atau pola gizi, yang kini menjadi beban kesehatan," kata dr Anung Sugihantono, MKes, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI, dalam konferensi pers di gedung Kemenkes RI, Jakarta Selatan, Jumat (18/3/2016).</p>
<p>Ia melengkapi bahwa tingkat "literacy" yang didalat dari pendidikan formal dan tingkat ekonomi tidak selalu sejalan dengan kemampuan pengetahuan gizi, mulai dari memilih, mengolah, dan menyajikan. Hal ini senada dengan sedikit data yang disampaikan Ketua Umum Persatuan Gizi Indonesia (Persagi), dr Minarto, MPS, pada kesempatan yang sama.</p>
<p>"Masalah stunting (anak tumbuh pendek) misalnya, pada kelompok masyarakat kaya masih ditemukan 27 persen. Sementara, pada kelompok masyarakat miskin bisa sampai 40 persen. Jadi, di balik masalah ekonomi ada masalah kebiasaan gaya hidup yang masih belum dapat dibenahi. Contohnya, sampai sekarang masih banyam yang tidak punya jamban, sehingga tingkat diare tinggi. Kemudian, pola makan buruk masih sulit diubah," katanya.</p>
<p>Ditambahkan dr Anung, data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) terakhir, 24 persen anggaran rumah tangga masyarakat dibelanjakan untuk membeli makanan karbohidrat, 13 persen lebih untuk makanan instan, disusul alkohol dan rokok, dan paling sedikit untuk belanja buah dan sayuran.</p>
<p>Untuk itu, semenjak 2014, Kemenkes telah melakukan monitoring dan evaluasi untuk mengetahui permasalahan gizi di Indonesia melalui Pemantauan Status Gizi (PSG), tetapi masih terbatas di 150 kabupaten kota di Indonesia. Pada 2015, PSG menunjukkan 404 dari 496 kabupaten kota mempunyai masalah gizi yang bersifat akut (tiba-tiba) dan kronis (berkepanjagan).</p>
<p>Sementara itu, sembilan kabupaten dan kota dikategorikan sudah bebas dari masalah gizi, seperti Ogan Komering Ilir di Sumatera Selatan, Pagar Alam juga di Sumatera Selatan, Muko Muko di Bengkulu, Belitung Timur, Semarang, Bali, Tomohon di Sulawesi Utara, dan Depok. (Erika Kurnia)</p>
<p>Sumber:</p>
<p>http://lifestyle.okezone.com/read/2016/03/18/481/1339496/tingkat-pendidikan-tidak-mempengaruhi-perbaikan-gizi</p>
</div>
</div>
 ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giziuntukmasadepan.org/berita/tingkat-pendidikan-tidak-mempengaruhi-perbaikan-gizi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Wacanakan Pengubahan Raskin dengan Sistem Voucher</title>
		<link>http://giziuntukmasadepan.org/berita/pemerintah-wacanakan-pengubahan-raskin-dengan-sistem-voucher</link>
		<comments>http://giziuntukmasadepan.org/berita/pemerintah-wacanakan-pengubahan-raskin-dengan-sistem-voucher#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jun 2016 05:48:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Theo Hadi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://giziuntukmasadepan.org/?p=875</guid>
		<description><![CDATA[Deputi III Kantor Staf Kepresidenan Denni Puspa Purbasari mengemukakan, pemerintah mewacanakan pengubahan beras miskin (raskin) dengan sistem voucher pangan yang dinilai bakal memberikan gizi yang lebih seimbang bagi masyarakat miskin di Tanah Air. "Raskin ingin kita ubah dengan cara memberdayakan rakyat, khususnya rumah tangga masyakat miskin," kata Denni Puspa Purbasari dalam diskusi "Arah Kebijakan Voucher [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="contentx" style="text-align: justify;">
<p>Deputi III Kantor Staf Kepresidenan Denni Puspa Purbasari mengemukakan, pemerintah mewacanakan pengubahan beras miskin (raskin) dengan sistem voucher pangan yang dinilai bakal memberikan gizi yang lebih seimbang bagi masyarakat miskin di Tanah Air.</p>
<p>"Raskin ingin kita ubah dengan cara memberdayakan rakyat, khususnya rumah tangga masyakat miskin," kata Denni Puspa Purbasari dalam diskusi "Arah Kebijakan Voucher Pangan" di Jakarta, Rabu.</p>
<p>Menurut dia, konsep voucher pangan tersebut rencananya diberikan dengan nilai tertentu setiap bulan, dan rencananya bisa dibeli untuk pangan apa saja, tetapi secara eksplisit disebutkan beras dan telur.</p>
<p>Ia memastikan akan ada proses registrasi yang layak dan diharapkan pula akan ada banyak pedagang yang berpartisipasi sebagai tempat untuk me-redeem (menukar) voucher yang dimiliki rakyat miskin tersebut."Kami ingin menyeimbangkan gizi warga miskin sehingga tidak hanya mengasup karbohidrat, tetapi juga protein seperti telur," katanya.</p>
<p>Dengan adanya asupan yang lebih cukup, maka diharapkan akan ada pengembalian investasi jangka panjang, yaitu generasi masa mendatang Indonesia yang lebih cerdas.</p>
<p>Dia juga menuturkan, payung hukumnya sedang disiapkan dan diharapkan bakal ada peraturan presiden (Perpres) untuk ini, serta kebijakan ini bakal dipimpin Menko Perekonomian serta dibantu menko-menko lainnya sehingga ini akan menjadi pekerjaan bersama, bukan hanya satu-dua kementerian.</p>
<p>Bila wacana ini jadi direalisasikan, menurut dia, maka diperkirakan rentang waktunya setelah payung hukumnya keluar maka akan dimulai di tingkat kota dan baru setelah itu ke tingkat daerah hingga kabupaten.</p>
<p>Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Herman Khaeron menilai, wacana voucher pangan tidak bisa menjawab stabilisasi harga apalagi sampai menggantikan peran Badan Urusan Logistik (Bulog) yang selama ini berperan menyebarkan raskin.</p>
<p>Selama ini, Herman mengingatkan bahwa raskin telah ada harga yang ditetapkan agar terjangkau oleh masyarakat bawah, bila menggunakan voucher untuk ditukar ke pedagang makan yang akan berlaku adalah dengan mekanisme harga pasar.</p>
<p>Pembicara lainnyan, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI mengemukakan, dalam UU Pangan, aspek ketahanan pangan diserahkan kepada Perum Bulog, meski belum juga diketahui apakah ke depannya akan berupa lembaga pangan yang lebih strategis, di mana bulog bereinkarnasi atau menjadi subordinasi lembaga tersebut, itu diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah.</p>
<p>"Kalau voucher pangan menggeser peran bulog ke ritel, apakah voucher pangan ini sudah bisa berperan dalam sistem ketahanan pangan nasional," katanya.</p>
<p>Apalagi, politisi Partai Demokrat itu juga menyangsikan sistem voucher pangan itu juga bisa menjawab permasalahan pola distribusi, padahal sentra produksi surplus hanya di enam provinsi.</p>
<p>Herman menegaskan bahwa merupakan tanggung jawab negara sehingga rakyat bisa mendapatkan pangan yang terjangkau baik harga maupun ketersediaannya.</p>
<p>Bila voucher pangan telah direalisasikan dan ada gangguan dalam pelaksanaannya, maka hal itu dinilai bisa mengulang kejadian pada akhir 2014 atau awal 2015, ketika raskin akan diganti dengan e-money, namun karena tidak ada kejelasan maka harga beras naik tinggi.</p>
<p>"Ini yang harus menjadi pemikiran besar. Kalau tidak, yang susah masyarakat. Kalau voucher pangan akan menggantikan peran bulog menurut saya 'impossible' (tidak mungkin), mentah konsepnya," katanya. (rzy)</p>
<p>Sumber:</p>
<p>http://economy.okezone.com/read/2016/05/18/320/1391573/pemerintah-wacanakan-pengubahan-raskin-dengan-sistem-voucher</p>
</div>
 ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giziuntukmasadepan.org/berita/pemerintah-wacanakan-pengubahan-raskin-dengan-sistem-voucher/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
