<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>FPPG (Forum Petani Peduli Gizi) &#187; Cianjur</title>
	<atom:link href="http://giziuntukmasadepan.org/cianjur/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://giziuntukmasadepan.org</link>
	<description>FPPG (Forum Petani Peduli Gizi)</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jul 2018 04:13:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.8.41</generator>
	<item>
		<title>KEGIATAN BALAI GIZI DI DESA SUKAGALIH, KECAMATAN TAKOKAK, KAB. CIANJUR</title>
		<link>http://giziuntukmasadepan.org/cianjur/kegiatan-balai-gizi-di-desa-sukagalih-kecamatan-takokak-kab-cianjur</link>
		<comments>http://giziuntukmasadepan.org/cianjur/kegiatan-balai-gizi-di-desa-sukagalih-kecamatan-takokak-kab-cianjur#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2016 09:24:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Theo Hadi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cianjur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://giziuntukmasadepan.org/?p=592</guid>
		<description><![CDATA[Dengan adanya Balai Gizi yang telah didirikan di Kecamatan Takokak, diharapkan akan lebih merangsang kesadaran masyarakat untuk memahami pentingnya gizi dan kesehatan bagi keluarga. BWI, Forum Petani Peduli Gizi (FPPG) Kab. Cianjur dan Puskesmas Takokak melaksanakan kegiatan kunjungan untuk memberikan pelayanan kesehatan dan sosialisasi tentang pentingnya gizi bagi masyarakat khususnya di Desa Sukagalih, Kec. Takokak. [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Dengan adanya Balai Gizi yang telah didirikan di Kecamatan Takokak, diharapkan akan lebih merangsang kesadaran masyarakat untuk memahami pentingnya gizi dan kesehatan bagi keluarga. BWI, Forum Petani Peduli Gizi (FPPG) Kab. Cianjur dan Puskesmas Takokak melaksanakan kegiatan kunjungan untuk memberikan pelayanan kesehatan dan sosialisasi tentang pentingnya gizi bagi masyarakat khususnya di Desa Sukagalih, Kec. Takokak.</p>
<p style="text-align: justify;">Adapun kegiatan tersebut dilaksanakan pada 28 Januari 2016 bertempat di Balai Gizi Sukagalih, Kec. Takokak, Kab. Cianjur, dengan dihadiri oleh 57 perempuan. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, difasilitasi oleh tim Puskesmas Takokak. Sesi pertama dilakukan sosialisasi mengenai pentingnya ASI Ekslusif yang dibawakan oleh Ibu Nur dan ditambahi tentang penyusunan MP ASI bagi balita oleh Ibu Hodijah dan Bidan Wida. Kemudian acara dilanjutkan dengan cek kesehatan bagi anak anak dan ibu hamil oleh bidan Rinda dan Bidan Wida.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam acara tersebut dibagikan PMT bagi anak anak serta pemberian vitamin bagi sejumlah ibu hamil yang menghadiri acara tersebut. Dalam rangkaian acara tersebut, Ibu Hodijah selaku Kepala Puskesmas Takokak dan ibu Nur selaku penanggung jawab Balai Gizi Sukagalih menyampaikan rencana untuk melaksanakan kelas ibu hamil dan kelas menyusui serta pengenalan gizi bagi anak anak PAUD yang akan dilaksanakan bulan depan di Balai Gizi. Adapun rencana kelas ibu hamil dan kelas ibu menyusui yang akan dilaksanakan di Desa Sukagalih dimaksudkan untuk melatih persiapan bagi perempuan untuk menghadapi masa kelahiran, guna mengurangi angka resiko KEK ataupun kematian ibu dan bayi.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan kegiatan rutin yang diadakan di Balai Gizi setidaknya dapat menjadi usaha untuk mendorong masyarakat untuk lebih sadar gizi dan sebagai sarana promosi kesehatan.</p>
 ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giziuntukmasadepan.org/cianjur/kegiatan-balai-gizi-di-desa-sukagalih-kecamatan-takokak-kab-cianjur/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KEGIATAN BALAI GIZI DESA HEGARMANAH KECAMATAN TAKOKAK, KAB. CIANJUR</title>
		<link>http://giziuntukmasadepan.org/cianjur/kegiatan-balai-gizi-desa-hegarmanah-kecamatan-takokak-kab-cianjur</link>
		<comments>http://giziuntukmasadepan.org/cianjur/kegiatan-balai-gizi-desa-hegarmanah-kecamatan-takokak-kab-cianjur#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2016 08:47:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Theo Hadi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cianjur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://giziuntukmasadepan.org/?p=585</guid>
		<description><![CDATA[Business Watch Indonesia bersama dengan FPPG Kab. Cianjur dan Puskesmas Takokak melaksanakan sosialisasi gizi dan kesehatan serta pemeriksaan gratis untuk balita dan ibu hamil yang ada di desa Hegarmanah, Kec. Takokak, Kab. Cianjur. Acara dilaksanakan di Balai Gizi Desa Hegarmanah, pada tanggal 29 Januari 2016 dan dihadiri oleh 43 perempuan. Sesi sosialisasi disampaikan oleh Bidan [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Business Watch Indonesia bersama dengan FPPG Kab. Cianjur dan Puskesmas Takokak melaksanakan sosialisasi gizi dan kesehatan serta pemeriksaan gratis untuk balita dan ibu hamil yang ada di desa Hegarmanah, Kec. Takokak, Kab. Cianjur. Acara dilaksanakan di Balai Gizi Desa Hegarmanah, pada tanggal 29 Januari 2016 dan dihadiri oleh 43 perempuan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesi sosialisasi disampaikan oleh Bidan Rina dengan mengangkat tema kesehatan ibu hamil dan 1.000 hari pertama kehidupan. Tema tersebut dipilih untuk lebih menekankan kepada masyarakat tentang pentingnya memeriksakan kandungan secara rutin agar terpantau kesehatan ibu dan janin. Setelah acara sosialisasi, dilanjutkan dengan kegiatan pemeriksaan bagi ibu hamil dan cek kesehatan oleh bidan Yuyun. Kemudian dilakukan dengan pembagian PMT bagi anak anak serta pemerian vitamin bagi ibu hamil.</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan yang dilakukan di Balai Gizi Hegarmanah hampir sama dengan kegiatan yang telah dilakukan di Sukagalih. Dalam kegiatan ini dimaksudkan untuk lebih merangsang masyarakat untuk secara rutin memeriksakan kesehatan anak maupun orang dewasa, serta mendorong gerakan sadar gizi mulai dari kandungan.</p>
 ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giziuntukmasadepan.org/cianjur/kegiatan-balai-gizi-desa-hegarmanah-kecamatan-takokak-kab-cianjur/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Women Monthly Meeting di Sukakarya &#8211; Cianjur</title>
		<link>http://giziuntukmasadepan.org/cianjur/women-monthly-meeting-di-sukakarya-sukanagara-cianjur</link>
		<comments>http://giziuntukmasadepan.org/cianjur/women-monthly-meeting-di-sukakarya-sukanagara-cianjur#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2015 10:03:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[adminfppg]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Cianjur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://giziuntukmasadepan.org/?p=412</guid>
		<description><![CDATA[Asupan gizi seimbang tidak hanya diperuntukkan oleh orang dewasa melainkan juga bayi. Setelah mendapatkan ASI eksklusif dari ibu selama 6 bulan sebaiknya diberikan makanan pendamping ASI. Makanan pendamping ASI yang biasanya diberikan adalah nasi tim atau makanan instan yang dijual di toko. Nasi tim yang dibuat oleh ibu sebaiknya dicampur dengan sayuran dan lauk pauk [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Asupan gizi seimbang tidak hanya diperuntukkan oleh orang dewasa melainkan juga bayi. Setelah mendapatkan ASI eksklusif dari ibu selama 6 bulan sebaiknya diberikan makanan pendamping ASI. Makanan pendamping ASI yang biasanya diberikan adalah nasi tim atau makanan instan yang dijual di toko. Nasi tim yang dibuat oleh ibu sebaiknya dicampur dengan sayuran dan lauk pauk yang lain. Tekstur dari makanan pendamping ASI disesuaikan dengan usia dari si bayi. Biasanya tekstur makanan tersebut harus lembut karena menjadi awal dari bayi dalam menerima makanan. Makanan pendamping ASI untuk anak 6 bulan biasanya diberikan buah-buahan segar salah satu contohnya pisang. Setelah berusia 8 bulan bisanya diberikan makanan yang mengandung karbohirat dan protein. Kemudian berusia 9 bulan ke atas biasanya sudah diberikan variasi makanan dan tekstur yang beragam.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh sebab itu pada waktu yang lalu diberikan sosialisasi kepada ibu-ibu warga desa Sukakarya tentang makanan pendamping ASI. Ibu-ibu yang datang antusias dalam mendengarkan materi yang disampaikan. Banyak ibu-ibu yang bertanya karena mereka merasa bahwa informasi yang disampaikan penting untuk mereka dalam memberikan nutrisi kepada anaknya. Mereka tidak hanya bertanya mengenai makanan pendamping ASI saja melainkan juga tentang ASI eksklusif. Tidak hanya kader-kader posyandu melainkan juga masyarakat pada umumnyya antusias untuk bertanya. Masyarakat mempunyai keinginan yang tinggi untuk memperoleh pengetahuan yang belum mereka dapatkan sebelumnya.</p>
 ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giziuntukmasadepan.org/cianjur/women-monthly-meeting-di-sukakarya-sukanagara-cianjur/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Women Monthly Meeting di Gunungsari &#8211; Cianjur</title>
		<link>http://giziuntukmasadepan.org/cianjur/women-monthly-meeting-di-sukanagara-cianjur</link>
		<comments>http://giziuntukmasadepan.org/cianjur/women-monthly-meeting-di-sukanagara-cianjur#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2015 07:17:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[adminfppg]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Cianjur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://giziuntukmasadepan.org/?p=406</guid>
		<description><![CDATA[Gizi merupakan salah satu faktor untuk kelangsungan hidup manusia. Salah  satu cara untuk memperoleh nutrisi yang baik dengan pengolahan makanan. Dalam mengolah makanan harus memperhatikan kandungan nutrisi yang terdapat pada makanan tersebut. Pengolahan makanan itu berbeda-beda tergantung dari jenis makanannya. Oleh karena pada bulan Oktober diadakan Women Monthly Meeting (WMM) di Desa Gunungsari, Kecamatan Sukanagara, [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Gizi merupakan salah satu faktor untuk kelangsungan hidup manusia. Salah  satu cara untuk memperoleh nutrisi yang baik dengan pengolahan makanan. Dalam mengolah makanan harus memperhatikan kandungan nutrisi yang terdapat pada makanan tersebut. Pengolahan makanan itu berbeda-beda tergantung dari jenis makanannya. Oleh karena pada bulan Oktober diadakan Women Monthly Meeting (WMM) di Desa Gunungsari, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur untuk memberikan sosialisasi kepada warga masyarakat khususnya ibu-ibu. Sosialisasi ini diberikan dengan tujuan supaya ibu-ibu lebih paham tentang cara pengolahan makanan sehingga kandungan nutrisinya tidak hilang.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam sosialisasi tersebut tidak hanya tentang cara memasaknya melainkan juga menjelaskan  proses sebelum memasak. Salah satunya tentang cara mencuci sayuran dan buah-buahan dengan benar. Sebagian ibu-ibu telah memahami bahwa mencuci sayuran dan buah-buahan dengan air yang mengalir. Pengetahuan ini bermanfaat supaya masyarakat tidak lagi mengulang kesalahan dalam mengolah makanan sehingga nutrisi yang terkandung hilang. Masyarakat khususnya ibu-ibu sangat antusias dalam mendengarkan sosialisasi yang disampaikan sehingga hal tersebut menjadi penting.</p>
 ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giziuntukmasadepan.org/cianjur/women-monthly-meeting-di-sukanagara-cianjur/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ditemukan 23 Kasus Gizi Buruk di Kab. Cianjur</title>
		<link>http://giziuntukmasadepan.org/cianjur/ditemukan-23-kasus-gizi-buruk-di-kab-cianjur</link>
		<comments>http://giziuntukmasadepan.org/cianjur/ditemukan-23-kasus-gizi-buruk-di-kab-cianjur#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2015 05:05:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[adminfppg]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Cianjur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://giziuntukmasadepan.org/?p=350</guid>
		<description><![CDATA[Hingga pertengahan Maret 2015, 23 kasus gizi buruk ditemukan disejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur. Para penderita gizi buruk tersebut berasal dari keluarga yang tidak mampu. Saat ini mereka tengah di tangani oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur. Sekretaris Dinkes Kabupaten Cianjur Hary Nurman melalui Kepala Seksi Gizi Masyarakat Bidang Pembinaan Kesehatan dan Gizi Masyarakat Dinkes [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hingga pertengahan Maret 2015, 23 kasus gizi buruk ditemukan disejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur. Para penderita gizi buruk tersebut berasal dari keluarga yang tidak mampu. Saat ini mereka tengah di tangani oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekretaris Dinkes Kabupaten Cianjur Hary Nurman melalui Kepala Seksi Gizi Masyarakat Bidang Pembinaan Kesehatan dan Gizi Masyarakat Dinkes Hj. Lina Herlinayati, mengatakan, para penderita gizi buruk tersebut saat tengah ditangani dalam upaya untuk menstabilkan asupan gizi dan berat badan. Mereka tengah melakukan rawat jalan dan mendapatkan pantau secara berkesinambungan.</p>
<p style="text-align: justify;">"Hanya 23 kasus yang berhasil kita temukan saat ini masih dalam perawatan. Kita akan lihat berat badanya bulan depan, termasuk status gizinya berubah atau masih tetap," kata Hj. Lina saat ditenui di ruang kerjanya, Senin (16/3/2015).</p>
<p style="text-align: justify;">Dijelaskannya, menangani kasus gizi buruk tidak bisa selesai dalam jangka waktu satu bulan. Perlu waktu untuk mengukur status gizinya.</p>
<p style="text-align: justify;">"Gizi buruk itu tidak bisa kita ukur satu bulan bisa menaikkan status gizinya. Gizi buruk yang kurang makan kalau tidak ada penyakit lain 3 bulan sudah bisa dilihat. Kalau ternyata ada penyakit penyerta harus diobati penyakitnya terlebih dahulu," kata Lina.</p>
<p style="text-align: justify;">Dikatakan Lina, ada dua kategori penderita gizi buruk yakni gizi buruk murni tanpa adanya penyakit penyerta dan gizi buruk tidak murni atau adanya penyakit penyerta.</p>
<p style="text-align: justify;">"Kalau yang murni diakibatkan kurangnya konsumsi makanan bergizi. Kalau diberikan makanan tambahan akan kelhatan pertumbuhannya. Kalau ada penyakit penyerta tidak akan kelihatan karena makanannya di makan penyakit penyerta," jelasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu upaya penanganan yang saat ini tengah dilakukan pihaknya adalah melakukan dekteksi dini gizi buruk. Dicontohkannya, kalau ada balita datang ke posyandi di KSMnya ada Bawah Garis Merah (BGM) dan dua T (dua kali ditimbang tidak naik berat badanya) itu sudah dideteksi petugas dikawatirkan berubah gizi buruk.</p>
<p style="text-align: justify;">"Kalau sudah ditemukan seperti itu di periksa dulu kondisi fisiknya, kosulkan juga dengan dokter ada penyakit atau tidak. Kalau bisa hanya dg cukup periksa rutin di konseling tiap bulan, kalau perlu dirujuk kita rujuk, itu hasilnya dari doker perlu dirawat atau rawat jalan," tandasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Upaya penangan terhadap penderita gizi buruk yang saat ini tengah dilakukan diantaranya pemberian makanan tambahan selama 3 bulan berturut-turut, atau terus menerus. Koseling gizi harus terus dilakukan oleh para penderita.</p>
<p style="text-align: justify;">"Gizi buruk ini sebagai fenomena gunung es, kita melibatkan semua pihak terkait termasuk pemberdayaan posyandu, karena balita yang datang ke posyandu akan ketahuan. Pokoknya kita bergerak dalam deteksi dini melibatkan pukesmas, bidan, posyandu. Mereka menemukan selalu melporkan," katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pihaknya juga mengakui, kasus gizi buruk yang terjadi di Cianjur masih cukup tinggi. Pada tahun 2014 saja setidaknya 205 kasus penderita gizi buruk berhasil ditemukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Semuanya sudah berhasil ditangani dengan baik. "Kalau sekarang baru 23 kasus, mudah-mudahan bisa berkurang dibandingkan tahun sebelumnya," harapnya.</p>
<p>sumber : <a href="http://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/2015/03/16/320043/ditemukan-23-kasus-gizi-buruk-di-kab-cianjur" target="_blank">www.pikiran-rakyat.com</a></p>
 ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giziuntukmasadepan.org/cianjur/ditemukan-23-kasus-gizi-buruk-di-kab-cianjur/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rivano Muchtar: Tenaga Kesehatan di Puskemas Adalah Prioritas!</title>
		<link>http://giziuntukmasadepan.org/cianjur/rivano-muchtar-tenaga-kesehatan-di-puskemas-adalah-prioritas</link>
		<comments>http://giziuntukmasadepan.org/cianjur/rivano-muchtar-tenaga-kesehatan-di-puskemas-adalah-prioritas#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2015 01:20:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[adminfppg]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Cianjur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://giziuntukmasadepan.org/?p=145</guid>
		<description><![CDATA[BERITACIANJUR.COM, CIANJUR - Memaksimalkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat merupakan komitmen dari pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 2. Salah satunya yaitu melalui pemenuhan tenaga kesehatan yang memadai di setiap Puskemas. Dimana hal tersebut menjadi fokus program kesehatan calon Bupati dan Wakil Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar – Herman Suherman (Beriman) ketika terpilih nanti. [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="stcpDiv">
<p><img class="alignnone size-full wp-image-144 aligncenter" alt="2368" src="http://giziuntukmasadepan.org/wp-content/uploads/2015/10/2368.jpg" width="520" height="280" /></p>
<p><strong>BERITACIANJUR.COM, CIANJUR - </strong>Memaksimalkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat merupakan komitmen dari pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 2. Salah satunya yaitu melalui pemenuhan tenaga kesehatan yang memadai di setiap Puskemas. Dimana hal tersebut menjadi fokus program kesehatan calon Bupati dan Wakil Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar – Herman Suherman (Beriman) ketika terpilih nanti.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Calon Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar mengatakan, ketersediaan dan keberadaan tenaga kesehatan di tiap Puskesmas kecamatan dan desa sangat penting untuk membantu warga yang sakit. Tenaga dokter dan paramedis yang sedia di tiap Puskesmas menjadi syarat terlayaninya hak dasar kesehatan warga Cianjur.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Ini tentunya menjadi salah satu perhatian kami, ketersediaan tenaga kesehatan yang handal dan memadai di setiap Puskesmas. Dengan berbagai upaya nantinya, penyerapan sumber daya manusia (SDM) bidang kesehatan akan dilakukan sebanding lurus dengan kebutuhan warga. Juga nantinya menaikkan indeks kesehatan Cianjur yang kami proyeksikan pada 2021 menjadi 73.86 dari saat ini 71.11 dalam kisaran proyeksi RKPD tahun 2014-15,” kata Irvan ketika dialog dengan warga Campaka membahas kesehatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia mengungkapkan, saat ini Cianjur hanya baru memiliki 943 tenaga kesehatan berstatus PNS. Dengan jumlah itu tentunya masih belum mencapai angka ideal untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di 32 kecamatan di Cianjur. Namun meski demikan menurutnya, bila terpilih nanti dalam pemerintahannya, akan dikaji dan sinkronisasi potensi pemenuhan tenaga kesehatan tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Terlebih menurutnya, untuk wilayah Cianjur selatan kebutuhan akan tenaga kesehatan masih tinggi. “Berbagai program yang akan kami jalankan nantinya, akan bersinergi antar dinas terkait yang hasilnya untuk warga juga. Peningkatan anggaran daerah, peningkatan angka lulusan sekolah hingga perguruan tinggi, Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, juga akan berkaitan dengan ketersediaan tenaga kesehatan di Cianjur, terutama Cianjur selatan,” tuturnya. (nuk)</p>
</div>
 ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giziuntukmasadepan.org/cianjur/rivano-muchtar-tenaga-kesehatan-di-puskemas-adalah-prioritas/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
