Penduduk Majalengka Masih Banyak Yang Miskin

No comment 1175 views

141423920141-2-261132p2780x390

Majalengka,(Sinarmedia).-

Penduduk kabupaten Majalengka ternyata masih banyak yang berada dibawah garis kemiskinan, buktinya jumlah warga yang masuk dalam program pengobatan yang dijamin oleh pemerintah baik melalui Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas ) maupun Jaminan kesehatan daerah ( Jamkesda) jumlahnya masih cukup tinggi.

Berdasarkan data yang diperoleh Sinarmedia , jumlah warga tidak mampu yang selama ini dilayani oleh Jamkesmas sebanyak 470.205 jiwa dan warga tidak mampu yang harus ditanggung oleh Jamkesda sebanyak 13 ribu jiwa.Sedangkan penduduk Majalengka saat ini diperkirakan sekitar 1,2 juta jiwa.

Menurut kepala bidang Promosi kesehatan (Promkes) dinas kesehatan kabupaten Majalengka dr.Jajang, tidak semua warga miskin diikut sertakan pada program yang baru diluncurkan pemerintah awal tahun 2014 ini yakni  Badan Penyelenggara Jaminan Sosial  (BPJS) kesehatan . Warga yang dilimpahkan  ke BPJS kesehatan adalah hanya warga peserta Jamkesmas saja sedangkan untuk yang sudah tercatat di Jamkesda berdasarkan kebijakan daerah tetap ditanggung oleh Jamkesda baik kabupaten maupun propinsi.

Alasan tidak disertakanya peserta Jamkesda kepada program BPJS kesehatan dikarenakan kalau diikut sertakan ke program BPJS kesehatan akan dikenakan iuran setiap bulanya sedangkan  sebagai peserta Jamkesda tidak dikenakan iuran tapi mendapat jaminan pelayanan kesehatan secara gratis walaupun dengan dana yang dibatasi. Untuk  pelayanan kesehatan di dalam  daerah maksimal sebesar Rp.3 juta dan untuk berobat di luar daerah sebesar Rp.6 juta.

Menurut Jajang ,kebijakan pemerintah daerah tersebut diambil dengan pertimbangan untuk menghemat anggaran mengingat tidak semua warga akan sakit sehingga apabila warga peserta Jamkesda dimasukan ke dalam BPJS setiap bulanya harus bayar iuran hingga dinilai kurang efektif dari sisi anggaran karena dana yang tidak terserap atau  tidak digunakan bisa dikembalikan ke kas daerah.

Program BPJS kesehatan dibagi menjadi 3 kelas dengan iuran yang berbeda untuk kelas III dengan iuran perbulanya mencapai Rp.25.500/jiwa.kelas II Rp.42.500 dan kelas I mencapai Rp.59.500 terkecuali untuk warga miskin yang masuk dalam BPJS mendapat subsidi dari pemerintah melalui program  penerima bantuan iuran (PBI) senilai Rp.19.225

“Jika dilihat dari sebagian besar warga Majalengka yang suka merokok seharusnya mampu untuk membayar iuran yang hanya sebesar  Rp.25.500/bulan.Satu batang rokok kini harganya rata-rata mencapai seribu rupiah dan untuk iuran dalam seharinya jika menabung tidak mencapai harga sebatang rokok “ pungkasnya.(S.06).

author

Leave a reply "Penduduk Majalengka Masih Banyak Yang Miskin"