<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>FPPG (Forum Petani Peduli Gizi) &#187; Subang</title>
	<atom:link href="http://giziuntukmasadepan.org/subang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://giziuntukmasadepan.org</link>
	<description>FPPG (Forum Petani Peduli Gizi)</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jul 2018 04:13:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.8.41</generator>
	<item>
		<title>Pekan Imunisasi Nasional Polio di Desa Sukamandi &#8211; Subang</title>
		<link>http://giziuntukmasadepan.org/uncategorized/pekan-imunisasi-nasional-polio-di-desa-sukamandi-subang</link>
		<comments>http://giziuntukmasadepan.org/uncategorized/pekan-imunisasi-nasional-polio-di-desa-sukamandi-subang#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Mar 2016 10:25:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Theo Hadi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Subang]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://giziuntukmasadepan.org/?p=766</guid>
		<description><![CDATA[Pada tanggal 11 Maret 2016, Puskesmas Kecamatan Segalaherang dan FPPG Subang bersama-sama melaksanakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di Kampung Sukamandi, Desa Sukamandi, Kecamatan Segalaherang, Subang. Selain melaksanakan PIN Polio, acara tersebut disertai dengan sosialisasi gizi dan pemberian PMT untuk anak-anak yang difasilitasi oleh FPPG Subang. Sosialisasi gizi diisi dengan materi dari tim puskesmas dan [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pada tanggal 11 Maret 2016, Puskesmas Kecamatan Segalaherang dan FPPG Subang bersama-sama melaksanakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di Kampung Sukamandi, Desa Sukamandi, Kecamatan Segalaherang, Subang. Selain melaksanakan PIN Polio, acara tersebut disertai dengan sosialisasi gizi dan pemberian PMT untuk anak-anak yang difasilitasi oleh FPPG Subang. Sosialisasi gizi diisi dengan materi dari tim puskesmas dan tim FPPG Subang. Acara ini merupakan program yang sudah direncanakan oleh FPPG Subang dan kebetulan bertepatan dengan PIN Polio, jadi pihak FPPG merasa perlu untuk berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Segalaherang. Sekali lagi FPPG Subang sudah melaksanakan gerakan sadar gizi yang dimulai dengan upaya peningkatan pemahaman tentang pentingnya gizi. Gerakan ini tentunya tidak hanya dapat dilaksanakan oleh FPPG Subang, maka FPPG Subang dapat menjadi salah satu contoh yang baik untuk upaya peningkatan status gizi keluarga. Mari kita dukung dan bergerak bersama-sama untuk meningkatkan gerakan sadar gizi di masyarakat. Masa depan yang lebih baik ditentukan oleh pemenuhan gizi yang tepat. (thd)</p>
 ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giziuntukmasadepan.org/uncategorized/pekan-imunisasi-nasional-polio-di-desa-sukamandi-subang/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sosialisasi Gizi oleh FPPG Subang</title>
		<link>http://giziuntukmasadepan.org/subang/sosialisasi-gizi-oleh-fppg-subang</link>
		<comments>http://giziuntukmasadepan.org/subang/sosialisasi-gizi-oleh-fppg-subang#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Mar 2016 08:52:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Theo Hadi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Subang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://giziuntukmasadepan.org/?p=761</guid>
		<description><![CDATA[FPPG Kabupaten Subang telah melaksanakan salah satu program kerja bersama dengan agen nutrisi setempat. Kegiatan yang dilaksanakan adalah sosialisasi gizi pada tanggal 10 Maret 2016. Sosialisasi ini diadakan di Kampung Cireundeu, Desa Cipancar, Kecamatan Serangpanjang, Kabupaten Subang. Selain sebagai program kerja, sosialisasi gizi ini merupakan bentuk kesadaran FPPG dan agen nutrisi Subang untuk membantu masyarakat [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">FPPG Kabupaten Subang telah melaksanakan salah satu program kerja bersama dengan agen nutrisi setempat. Kegiatan yang dilaksanakan adalah sosialisasi gizi pada tanggal 10 Maret 2016. Sosialisasi ini diadakan di Kampung Cireundeu, Desa Cipancar, Kecamatan Serangpanjang, Kabupaten Subang. Selain sebagai program kerja, sosialisasi gizi ini merupakan bentuk kesadaran FPPG dan agen nutrisi Subang untuk membantu masyarakat dalam upaya peningkatan status gizi keluarga. Anggota FPPG dan agen nutrisi ini sebelumnya sudah mendapatkan pelatihan dari Business Watch Indonesia untuk meningkatkan pengetahuan mengenai gizi. Dengan pengetahuan yang mereka dapatkan, anggota FPPG dan agen nutrisi memiliki kesadaran untuk berbagi pengetahuan kepada masyarakat di sekitarnya. Selain sosialisasi gizi FPPG telah menyusun program kerja lainnya yang berhubungan dengan upaya peningkatan gizi, mari kita dukung upaya peningkatan gizi masyarakat ! (Thd)</p>
 ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giziuntukmasadepan.org/subang/sosialisasi-gizi-oleh-fppg-subang/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Woman Montly Meeting di Cicadas &#8211; Subang</title>
		<link>http://giziuntukmasadepan.org/subang/woman-montly-meeting-di-cicadas-subang</link>
		<comments>http://giziuntukmasadepan.org/subang/woman-montly-meeting-di-cicadas-subang#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2016 09:47:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Theo Hadi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Subang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://giziuntukmasadepan.org/?p=512</guid>
		<description><![CDATA[Kesadaran akan gizi di masyarakat sekitar perkebunan teh perlu untuk ditingkatkan. Hal tersebut tentunya tidak mudah untuk dilakukan karena terdapat berbagai kendala. Beberapa kendala yang dominan di masyarakat sekitar perkebunan teh adalah akses jalan yang jauh menuju pasar, tingkat ekonomi yang rendah serta pola pikir yang terlalu konvensional dalam mengonsumsi makanan. Kendala tersebut menyebabkan masyarakat [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kesadaran akan gizi di masyarakat sekitar perkebunan teh perlu untuk ditingkatkan. Hal tersebut tentunya tidak mudah untuk dilakukan karena terdapat berbagai kendala. Beberapa kendala yang dominan di masyarakat sekitar perkebunan teh adalah akses jalan yang jauh menuju pasar, tingkat ekonomi yang rendah serta pola pikir yang terlalu konvensional dalam mengonsumsi makanan. Kendala tersebut menyebabkan masyarakat kurang peduli terhadap kebutuhan gizi sehari-hari, sehingga mereka cenderung makan seadanya asalkan bisa membuat perut kenyang.</p>
<p style="text-align: justify;">Guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya makanan bergizi bagi masa depan keluarga, maka perlu dilakukan sosialisasi dan usaha yang dapat diadopsi oleh petani teh. BWI, dan FPPG Kab. Subang bekerjasama melaksanakan sosialisasi tentang Gizi pada tanggal 28 Oktober 2015 di PAUD Cicadas, Desa Cicadas, Kecamatan Segalaherang, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Cicadas, Sekretaris Desa Cicadas, kader posyandu, istri petani teh, dan agen nutrisi FPPG Subang.</p>
<p style="text-align: justify;">Materi disampaikan oleh Bapak Adhit &amp; Theo dari BWI dan Ibu Iis dan Ibu Imas dari FPPG. Beberapa materi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut adalah pilar gizi seimbang, keanekaragaman makanan, pemanfaatan pekarangan untuk tanaman sayur. Point penting dalam materi yang disampaikan adalah gizi berpengaruh terhadap kesehatan dan masa depan keluarga serta dapat diperoleh dari lingkungan sekitar dengan pemanfaatan pekarangan untuk menanam sayur, buah, dan membuat kolam ikan. Harapan yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut dapat lebih paham terhadap pentingnya makanan bergizi dan menjadi agen perubahan pola pikir tentang gizi di keluarga dan lingkungan sekitar mereka.</p>
 ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giziuntukmasadepan.org/subang/woman-montly-meeting-di-cicadas-subang/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bupati Subang Upayakan Peningkatan Gizi para Siswa</title>
		<link>http://giziuntukmasadepan.org/subang/bupati-subang-upayakan-peningkatan-gizi-para-siswa</link>
		<comments>http://giziuntukmasadepan.org/subang/bupati-subang-upayakan-peningkatan-gizi-para-siswa#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2015 09:14:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Theo Hadi]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Subang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://giziuntukmasadepan.org/?p=465</guid>
		<description><![CDATA[Pemkab Subang mengupayakan peningkatan gizi seluruh siswa SD. Setiap Hari Jumat siswa SD diberi telur dan susu. Jika ada anggarannya, siswa SMA kalau mau juga nanti disediakan, kata Bupati Subang Ojang Sohandi usai penyerahan beasiswa. Hanya diminta semua tenaga pengajar harus berusaha agar mereka dan pelajaran yang diajarkan itu diterima dengan baik. Guru harus kreatif [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pemkab Subang mengupayakan peningkatan gizi seluruh siswa SD. Setiap Hari Jumat siswa SD diberi telur dan susu. Jika ada anggarannya, siswa SMA kalau mau juga nanti disediakan, kata Bupati Subang Ojang Sohandi usai penyerahan beasiswa.</p>
<p style="text-align: justify;">Hanya diminta semua tenaga pengajar harus berusaha agar mereka dan pelajaran yang diajarkan itu diterima dengan baik. Guru harus kreatif agar pelajaran disukai siswa, mengerti kemampuan setiap siswa. Jangan galak galak.</p>
<p style="text-align: justify;">Bupati mengajak perwakilan siswa setiap angkatan sekolah untuk berdialog dan menyampaikan kesan dan keluhan di sekolah masing-masing. Salah satu siswa, Dadan siswa SMKN 2 Subang mengaku masih ada siswa belajar ngadapang alias tanpa meja dan bangku.</p>
<p style="text-align: justify;">Melihat demikian, Ojang langsung menekankan pada Kadisdik Subang Kusdinar untuk segera mendata sekolah yang masih butuh sarana belajar. Tahun anggaran ke depan paling tidak, semua sekolah harus sudah lengkap fasilitasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bupati juga mencanangkan agar semua siswa tak usah memakai kendaraan sendiri ke sekolah, "Kalau semua sekolah sudah tersentuh trayek angkot maka saya akan berlakukan siswa dilarang pakai motor apalagi kalau sudah dalam eskalasi yang membahayakan dengan indikasi banyak kecelakaan," paparnya.[hed]</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber: <a href="http://m.rmoljabar.com/news.php?id=14996">http://rmoljabar.com/news.php?id=14996</a></p>
 ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giziuntukmasadepan.org/subang/bupati-subang-upayakan-peningkatan-gizi-para-siswa/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dinkes Subang Siagakan 23 Puskesmas Selama Mudik</title>
		<link>http://giziuntukmasadepan.org/subang/dinkes-subang-siagakan-23-puskesmas-selama-mudik</link>
		<comments>http://giziuntukmasadepan.org/subang/dinkes-subang-siagakan-23-puskesmas-selama-mudik#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2015 01:33:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[adminfppg]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Subang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://giziuntukmasadepan.org/?p=160</guid>
		<description><![CDATA[Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Jawa Barat, menyiagakan 23 puskesmas dengan layanan penuh selama 24 jam per hari untuk kepentingan layanan kesehatan arus mudik dan balik lebaran, yang melewati jalur utama, tengah dan alternatif. Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Syamsurizal, saat dihubungi Tempo, Rabu, 31 Juli 2013, mengatakan, seluruh puskesmas tersebut akan beroperasi [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-163 aligncenter" alt="Wisma-Karya-Museum-Kab.Subang" src="http://giziuntukmasadepan.org/wp-content/uploads/2015/10/Wisma-Karya-Museum-Kab.Subang.jpg" width="600" height="600" /></p>
<p>Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Jawa Barat, menyiagakan 23 puskesmas dengan layanan penuh selama 24 jam per hari untuk kepentingan layanan kesehatan arus mudik dan balik lebaran, yang melewati jalur utama, tengah dan alternatif.</p>
<p>Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Syamsurizal, saat dihubungi Tempo, Rabu, 31 Juli 2013, mengatakan, seluruh puskesmas tersebut akan beroperasi mulai H-7 hingga H+7. Kecuali menyiagakan 23 puskesmas, pihak Dinkes juga akan membangun posko khusus untuk melengkapi pelayanan di jalut Pantai Utara (Pantura), tengah dan alternatif.</p>
<p>"Di Pantura lokasinya berada di ruas Gamon, Patokbeusi dan Panorama, Pamanukan," ujar Syamsurizal. Ada pun dua posko tambahan lainnya berada di jalur tengah-selatan Ciater dan satunya lagi di jalur alternatif Purwadadi.</p>
<p>Seluruh Puskesmas dan empat posko tambahan tersebut, akan dikelola 40 dokter dan 80 tenaga perawat plus lima ambulance lengkap dengan sopirnya. "Mereka siap melayani para pemudik yang mengalami masalah kesehatan dan peristiwa kecelakaan dengan segera," tutur Syamsurizal.</p>
<p>Kepala Seksi Pelayanan Keshatan Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Juanda, merinci puskesma-puskesmas yang buka 24 jam di jalur Pantura yakni Puskesmas Patokbeusi, Ciasem, Sukasari, Pamanukan dan Pusakanagar. Di jalur tengah, Puskesmas Cipeunduy, Kalijati, Dawuan, Subang kota dan Cibogo dan rumah sakit Ciereng.</p>
<p>Di jalur tengah-selatan ada Puskesmas Cijambe, Jalancagak dan Ciater. Di jalur alternatif Sukamandi-Purwadadi-Kalijati terdapat Puskesmas Rancabango dan Purwadadi. Di jalur alternatif Serengpanjang-Sagalaherang-Jalancagak-Cisalak, terdapat Puskesmas Sagalaherang, Kasomalang dan Cisalak.</p>
<p>"Ada pun empat posko khusus akan mulai kami dirikan Rabu, 31 Juli 2013," kata Juanda. Ia menegaskan bahwa terhitung H-7 semua dokter dan perawat yang disiagakan di semua puskesmas dan posko khusus sudah siap bekerja dan melayani pasien pemudik.</p>
<p>"Dan semua layananan digratiskan," imbuh Juanda. Berdasarkan pengalaman, kesibukan layanan kesehatan pemudik di puskesmas-puskesmas dan posko khusus yang paling dominan berada di jalur Pantura dan tengah. Maklum, di kedua rus jalur mudik tersebut sering terjadi peristiwa kecelakaan.</p>
 ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://giziuntukmasadepan.org/subang/dinkes-subang-siagakan-23-puskesmas-selama-mudik/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
