Pentingnya Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan

No comment 1025 views

Di Indonesia, peningkatan kesehatan ibu dan anak yang mencakup isu perbaikan gizi telah ditetapkan sebagai salah satu tujuan pembangunan milenium (MDGs) 2015.

Dan pemerintah mendukung sepenuhnya melalui Peraturan Pemerintah (PP) No 42 tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi dan meluncurkan "Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi dalam rangka Seribu Hari Pertama Kehidupan" (Gerakan 1000 HPK).

Untuk menunjukkan atensi tinggi mengenai pentingnya 1000 hari pertama kehidupan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan RI bersama SEAMEO RECFON (southeast Asian Minister of Education Organization-Regional Centre for Food and Nutrition), menyelenggarakan "3rd Asia Pacific Maternal & Child Health Nutrition Research Forum".

"Kami bangga dapat menjadi tuan rumah forum internasional ini untuk pertama kalinya. Forum ini merupakan kesempatan bagi para pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, pemeliti, akademisi, dan swasta untuk berbagi pengalaman dan penemuan terkini, studi kasus, dan rekomendasi solusi berdasarkan fakta untuk misi utama, yaitu mempromosikan kesehatan terbaik bagi ibu dan anak," ungkap Prof Tjandra Yoga Aditama, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Indonesia di Hotel Double Tree, Sabtu (12/9/2015).

Menurut Prof Tjandra, pihaknya melakukan pengumpulan data mengenai pentingnya gizi selama masa 1000 Hari Pertama Kehidupan bagi kesehatan ibu dan anak dari berbagai negara di Asia Pasifik, termasuk studi kohor tumbuh kembang anak yang dilakukan Badan Litbangkes di Bogor.

"Selain itu kami juga membahas mengenai asupan makanan dan status gizi ibu hamil dan menyusui, pemberian ASI dan dampak mikrobiota," ujar Prof Tjandra.

Ditempat yang sama Dr.Anung Sugihantono, Direktur Jenderal Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak, Kementerian Kesehatan Indonesia menyampaikan, bahwa pentingnya kemitraan dengan berbagai pihak atau pemangku kepentingan untuk mengatasi gizi dalam Gerakan 1000 HPK.

"Program perbaikan gizi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi perlu melibatkan berbagai pemangku kepentingan yang terdiri dari Kementerian dan Lembaga, dunia usaha, mitra pembangunan internasional, lembaga sosial kemasyarakatan dan didukung oleh organisasi profesi, perguruan tinggi, serta media," ujar Dr Anung.

Senada dengan Dr Drupadi HS Dillon, Direktur SEAMEO Regional Center for Food and Nutrition Indonesia.

"Gizi ibu dan anak masih menjadi masalah kesehatan utama di Asia terutama Asia Tenggara. Kekurangan gizi dan defisiensi mikronutrien dapat pengaruhi ibu hamil dan balita, yang dapat menyebabkan perawatan berbiaya tinggi di sebagian besar negara. Penyebab mendasarnya adalah kurangnya kesadaran masyarakat dalam pola pemberian makan. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan intervensi dini, pemberdayaan perempuan, dan perubahan prilaku yang komprehensif," pungkasnya. (ren)

Sumber: http://lifestyle.okezone.com/read/2015/09/12/481/1212926/pentingnya-gizi-1000-hari-pertama-kehidupan

author

Leave a reply "Pentingnya Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan"